Begini Cara Capung Menangkap Mangsa di Udara Menurut Peneliti!

oleh -13 kali dilihat
Capung dengan perut gembung (dari family Gomphidae)/Foto-Kaskus

Klikhijau.com – Ukuran tubuhnya yang kecil. Tidak membuat capung menyerah dalam hal memburu mangsanya. Justru hewan dari filum Arthropoda ini bisa dibilang salah satu predator paling mengesankan di kerajaan animalia.

Menariknya, hewan dari ordo Odonata bisa menangkap mangsanya di udara. Kemampuannya itu  belum bisa diterapkan dan dikuasai oleh banyak robot rancangan manusia.

Cara menangkap mangsanya di udara itu membuat Rachel Crane dan rekan-rekannya untuk mempelajarinya.

Kini para ilmuwan merancang metode baru untuk menguji bagaimana capung menyesuaikan diri dengan tantangan udara, seperti menangkap mangsa yang melaju dengan kecepatan tak terduga atau zig-zag di udara.

KLIK INI:  Segala Hal yang Perlu Diketahui Tentang Energi Biomassa

Crane akan mempresentasikan hasil studi mereka pada pertemuan Society for Integrative and Comparative Biology pada Januari 2023.

Untuk mempelajari penerbangan capung, tim Crane pertama-tama merancang sistem katrol yang dapat diprogram yang mengontrol pergerakan manik-manik pada seutas tali.

Capung adalah predator yang rakus sehingga mereka siap menyerang sebagian besar benda kecil yang terbang di udara, bahkan jika benda itu adalah manik-manik kecil daripada lalat yang enak.

Kecepatan dan percepatan manik dapat diatur oleh para peneliti hanya dengan menyesuaikan kontrol. Meski jalur manik dapat diubah dengan menggerakkan tali.

KLIK INI:  Polusi Udara Dapat Turunkan Jumlah Telur dalam Ovarium Wanita
Berkecepatan tinggi

Crane sendiri merupakan seorang ahli biologi di University of California Davis. Menurutnya capung sering menangkap hingga 95% dari mangsa yang mereka kejar, tingkat yang dia gambarkan sebagai “sangat tinggi dibandingkan dengan kebanyakan predator.”

Lebih luar biasa lagi, penangkapan mangsa ini semua terjadi di udara.

“Capung melakukan tangkapan udara yang sangat, sangat cepat, berkecepatan tinggi ini,” kata Crane.

“Anda dapat membuat jalur melingkar, tetapi Anda juga dapat menariknya ke arah mana pun yang Anda inginkan, dan tiba-tiba, manik Anda melakukan jalur yang sangat rumit ini,” lanjutnya.

Para ilmuwan menguji taman bermain capung baru mereka menggunakan blue dashers, spesies capung yang umum di sebagian besar Amerika Utara.

KLIK INI:  Mengenal Silvofishery dan Manfaatnya untuk Tambak Ramah Lingkungan

Mereka memulai dengan tugas yang relatif sederhana, yakni menerbangkan manik dalam garis lurus dengan kecepatan konstan dan merekam serangan capung dengan kamera berkecepatan tinggi.

Para ilmuwan tersebut menjalankan tes ini berulang kali pada kecepatan manik yang berbeda. Tujuannya untuk melihat bagaimana capung menyesuaikan kecepatan mereka sendiri sebagai respons terhadap mangsanya.

Selalu terbang tepat

Tim Crane menemukan bahwa terlepas dari seberapa cepat atau lambat manik itu bergerak. Capung selalu terbang tepat satu meter per detik lebih cepat daripada manik itu. Perilaku pencocokan kecepatan ini mirip dengan apa yang para ilmuwan sebelumnya amati capung lakukan saat berburu serangga.

“Kami melihat hal serupa dengan manik-manik yang akan kami lihat dengan mangsa hidup, yang sangat mengasyikkan dan meyakinkan,” kata Crane.

KLIK INI:  Keseringan Memeriksa Medsos Dapat Memengaruhi Perkembangan Otak Remaja

Langkah selanjutnya adalah memeriksa pola terbang capung dalam skenario yang lebih menantang, seperti saat mangsa tiba-tiba melaju atau melambat, atau mengubah arah secara tak terduga.

Tes ini dapat membantu para ilmuwan memahami strategi apa yang paling berguna untuk mencegat objek terbang secara akurat.

“Kita dapat melihat di mana mereka berhasil, bagaimana mereka berhasil, dan bagaimana mereka gagal, dan itu dapat berguna untuk tantangan robotika 3D,” tutupnya.

KLIK INI:  Kegirangan Bilbil dan Ancaman yang Mengintai Capung

Sunber: Newswise