Baning Coklat, Si Lamban yang Perlu Diselamatkan dari Jurang Kepunahan

Klikhijau.com -  Baning coklat (Manouria emys) merupakan spesies kura-kura darat terbesar di Asia Tenggara. Keberadaannya memegang peran penting dalam keseimbangan ekosistem hutan. Namun, seperti s...

Baning Coklat, Si Lamban yang Perlu Diselamatkan dari Jurang Kepunahan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com -  Baning coklat (Manouria emys) merupakan spesies kura-kura darat terbesar di Asia Tenggara. Keberadaannya memegang peran penting dalam keseimbangan ekosistem hutan.

Namun, seperti satwa liar pada umumnya, baning coklat juga tak lepas dari eksploitasi dan perdagangan ilegal. Akibatnya kelangsungan hidup satwa dari famili Testudinidae ini pun terancam.

Karenanya, kura-kura darat yang menyebar di Asia Selatan hingga ke Indonesia ini oleh The International Union for Conservation of Nature (IUCN) statusnya adalah Terancam Kepunahan (EN, Endangered) sejak tahun 2000. Bahkan CITES memasukkannya ke dalam Apendiks II.

Keterancaman baning coklat yang tinggi karena satwa ini biasa ditangkap untuk dimakan. Ukurannya yang besar dengan pergerakan yang lamban khas kura-kura menjadikannya mudah ditangkap.

Faktor lain semakin menyusutnya populasi satwa dari 0rdo Testudines ini adalah karena habitatnya semakin tergerus. Baik oleh permukiman manusia maupun oleh pembukaan lahan pertanian yang turut menekan ruang geraknya.

Tak sebatas itu saja, kura-kura darat ini diketahui juga diperjual belikan di pasar-pasar di Malaysia dan Thailand, juga menjadi komoditas perdagangan global atau internasional.

Mudah dikenali

Baning coklat dapat tumbuh hingga  mencapai panjang tubuh 50-80 cm dengan berat mencapai 20-40 kg. Ia memiliki perisai punggungnya (karapas) tinggi melengkung. Keping vertebralnya kurang lebih sama lebar dengan keping kostal.

Panjang keping-keping vertebral juga kurang lebih sama; keping vertebral pertama mempunyai sisi sejajar, sedangkan keping vertebral kelima melebar ke arah belakang. Keping marginal (pinggir) di bagian depan dan di sekitar kaki belakang mendatar dan agak melengkung ke atas.

Baning coklat memiliki kaki yang besar menyerupai kaki gajah. Jari-jarinya tidak tampak jelas. Kaki belakangnya berkuku lima. Sementara kaki bagian depannya berkuku empat. Bentuknya meruncing. Sedangkan sisik-sisik pada kakinya menebal seperti perisai.

Habitat baning coklat

Kura-kura darat ini menjadikan wilayah-wilayah berhutan dan dataran sebagai rumah. Mereka menyukai tempat dengan ketinggian sedang.

Baning coklat  menyukai area yang lembap, karenanya jangan heran jika  menemukannya berendam di sungai berair dangkal  atau bahkan mengubur dirinya di dalam tanah yang lembap.

Satwa ini  menyukai tumbuh-tumbuhan sebagai makanan, meski begitu ia dapat memangsa siput, cacing, dan hewan-hewan kecil lainnya, khususnya baning coklat yang masih muda.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2