Bagaimana Bisa Penelitian Kesehatan Berkontribusi Terhadap Krisis Iklim?

Klikhijau.com – Pemicu krisis iklim datang dari berbagai arah. Bahkan dari arah yang tidak terduga. Salah satunya adalah dari bidang kesehatan. Bagaimana bisa bidang kesehatan berkontribusi pula pa...

Bagaimana Bisa Penelitian Kesehatan Berkontribusi Terhadap Krisis Iklim?
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Pemicu krisis iklim datang dari berbagai arah. Bahkan dari arah yang tidak terduga. Salah satunya adalah dari bidang kesehatan.

Bagaimana bisa bidang kesehatan berkontribusi pula pada krisis iklim? Padahal krisis iklim merupakan ancaman yang terus meningkat terhadap kesehatan manusia.

Jadi, seharusnya bidang kesehatan, khususnya penelitian kesehatan lepas dari pemicu krisis iklim.

Namun, nyatanya tidak demikian. Penelitian kesehatan sendiri berkontribusi terhadap krisis melalui konsumsi energi dan produksi limbah.

Dilansir dari Nature, ada sebuah studi tahun 2011 menemukan bahwa satu uji klinis dapat menghasilkan sekitar 180 ton karbon dioksida dalam setahun.

Karbon tersebut setara dengan apa yang dihasilkan oleh 35 penduduk Inggris setiap tahunnya. Penyimpanan dingin di laboratorium adalah salah satu konsumen energi terbesar di lapangan.

Banyak studi ilmu kehidupan membutuhkan bahan untuk disimpan di lemari es dan freezer untuk waktu yang lama. Sampah plastik juga merupakan masalah.

Penelitian laboratorium menghasilkan sekitar 5,5 juta ton secara global pada tahun 2015, yang mencakup hampir 2% dari total sampah plastik.

“Kami membiarkan banyak penelitian dan praktik kesehatan tergelincir. Karena kami mencoba membantu kesehatan masyarakat,” kata Talia Caplan, manajer penelitian di Wellcome di London.

Beralih ke penelitian berkelanjutan

Laporan Wellcome, yang diterbitkan pada tanggal 2 Agustus lalu meninjau upaya yang dilakukan oleh para peneliti kesehatan di seluruh dunia untuk mengurangi penggunaan dan limbah energi.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2