Aziil Anwar Membangkitkan Pesona Mangrove di Karang Cadas

Klikhijau.com - Bila air laut pasang dan musim ombak tiba, air laut merengsek ke daratan. Abrasi terjadi di wilayah pesisir pantai. Cepat atau lambat, abrasi yang terus-menerus, akan membahayakan akti...

Aziil Anwar Membangkitkan Pesona Mangrove di Karang Cadas
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Bila air laut pasang dan musim ombak tiba, air laut merengsek ke daratan. Abrasi terjadi di wilayah pesisir pantai. Cepat atau lambat, abrasi yang terus-menerus, akan membahayakan aktivitas masyarakat di pesisir.

Pemandangan seperti itulah yang mengundang keprihatinan Azil Anwar (61), seorang penyuluh kehutanan yang bertugas di Kabupaten Majene Sulawesi Barat. Ia pun bertekad menyelamatkan alam dengan menanam bakau (mangrove) di sebuah wilayah pesisir bernama Pantai Baluno di Desa Binanga Kecamatan Sendana, Majene Sulawesi Barat.

Tingginya ombak di wilayah pesisir Majene memang memiliki catatan sejarah yang tragis. Pada tahun 1969, tsunami bahkan pernah menggulung wilayah Majene. Pak Aziil sapaan akrab Aziil Anwar tidak ingin kejadian seperti itu terulang kembali. “Wilayah pesisir harus diselamatkan agar masyarakat yang tinggal di sekitarnya bisa hidup berdamai dengan alam,” katanya.

Pantai Baluno Sendana berjarak sekitar 35 Kilometer dari Kota Majene. Di sanalah, Aziil Anwar mula-mula menemukan pemandangan tak biasa: sejumlah bibit-bibit bakau terdampar (diperkirakan dari Pulau Kalimantan), tumbuh dengan sendirinya.

Pria asal Ternate ini mulai berpikir bahwa mangrove dapat tumbuh di atas karang. Tapi bagaimana cara menanam bakau di atas karang? Memang, secara teoritik mangrove jenis rhyzophora stylosa misalnya hanya bisa tumbuh di atas tanah berlumpur.

Dengan modal keberanian dan tekad kuat serta pengalamannya, Aziil memulai suatu eksperimentasi tak biasa. Ia mencoba menanam mangrove di atas karang mati tidak dengan bibit tetapi dengan propagul atau buah mangrove.

“Kami harus menggali karang mati menggunakan linggis, lalu menambahkan sedikit tanah di dalamnya sebagai pemantik,” terangnya. Pekerjaan ini tampaknya bukanlah perkara ringan, membutuhkan tenaga ekstra membuat galian di karang berbatu dan daya tahan menerabas terik matahari.

Penanaman mangrove di pantai Baluno tersebut dimulai oleh pria humoris tersebut pada tahun 1990. Awalnya, warga sekitar melihat pekerjaannya sebagai suatu hal yang tak menghasilkan dan sia-sia.

“Maklum, saat itu warga sekitar belum memahami manfaat mangrove bagi kehidupan. Jadi, saya dianggap sebagai orang aneh di sini, katanya, kenapa saya tidak pergi menanam cokelat atau apalah yang bisa menghasilkan uang. Bahkan, sebagian orang berpendapat bahwa sangat mustahil ada mangrove tumbuh di atas karang,” kata Aziil  menceritakan pengalamannya.

Beberapa tahun kemudian, mangrove yang ditanam mulai bertumbuh. Aziil pun semakin bersemangat dan bertekad memperluas area penanaman, tentu tidak bisa diwujudkan bila hanya sendirian.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2