Alla', Tempat Favorit Membuang Sampah
Klikhijau.com - Membuang sampah itu rutinitas. Tak ada orang yang akan menyimpannya di rumah. Sebab akan melahirkan masalah, yakni bau, menyempitkan ruang, dan tentu merusak pemandangan dan mengusik...
Klikhijau.com - Membuang sampah itu rutinitas. Tak ada orang yang akan menyimpannya di rumah. Sebab akan melahirkan masalah, yakni bau, menyempitkan ruang, dan tentu merusak pemandangan dan mengusik kenyamanan.
Di Indonesia, aktivitas membuang sampah beragam. Ada yang membuangnya di tempat sampah, tak sedikit pula yang membuangnya di sembarang tempat.
Tempat sampah umum dan Tempat pemrosesan Akhir (TPA) sampah dulu kepanjangan dari TPA adalah Tempat Pembuangan Akhir lalu kata pembuangan berubah jadi pemrosesan. Nah, TPA ini hanya tersedia di kota atau pinggiran kota, yang hanya mengakomodir sampah warga kota saja.
Sementara di kampung-kampung pengelolaan sampah tak ada, jangankan pengelolaannya, tempat menampungnya saja tak ada, apalagi mobil pengangkut sampah rasa-rasanya mustahil ada.
[irp]
Barangkali pemerintah mengira, hanya masyarakat kota saja yang menghasilkan sampah, masyarakat desa atau kampung tidak.
Padahal faktanya adalah setiap orang menghasilkan sampah. Tak terkecuali penduduk kampung, yang tak punya tempat pembuangan sampah secara khusus. Jadinya, sampah di buang di sembarang tempat, selokan, sungai, belakang rumah hingga ke tanah kosong.
Perilaku membuang sampah sembarangan, sebenarnya tak hanya dianut penduduk kampung, tapi juga penduduk kota.
Karena itu, tak mengherankan jika sampah mudah ditemukan di mana-mana, bahkan hingga pinggir jalan raya yang menjadi tempat berlalu lintas kendaraan.
Perihal sampah di pinggir jalan, sepanjang pengamatan saya, semisal kemarin, 22 Juli 2022, ketika saya ke Soppeng, tumpukan sampah banyak berumah di pinggir jalan.
Ada yang aneh dan hampir sama di semua daerah, khususnya sampah yang berumah di pinggir jalan raya itu, yakni dominan terdapat di alla'.
[irp]
Alla' merupakan bahasa Konjo yang bisa diartikan jarak, bisa pula tak ada. Kata ini lebih kerap digunakan untuk menunjukkan jalan di pinggirannya yang tak dihuni rumah penduduk.
Suasana jalan yang alla' umumnya sepi, bahkan terkesan horor yang biasanya dihindari untuk diterabas apabila malam telah tiba.