Aku, Pohon Dao, dan Cerita Saat Bersantai di Hutan Kota Unhas

Klikhijau.com - Minggu mendung membawaku menerobos kota Makassar. Menikmati akhir pekan. Menghabiskan waktu bersama keluarga. Hari masih pagi, saat menuntas satu urusan di pusat kota. Saat tiba di...

Aku, Pohon Dao, dan Cerita Saat Bersantai di Hutan Kota Unhas
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Minggu mendung membawaku menerobos kota Makassar. Menikmati akhir pekan. Menghabiskan waktu bersama keluarga.

Hari masih pagi, saat menuntas satu urusan di pusat kota. Saat tiba di Tamalanrea, Makassar, saya memelankan laju kendaraan. Saya menawarkan ke keluarga untuk singgah di taman berhutan milik Universitas Hasanuddin.

"Yuk kita singgah di kampus Ayah," tawar saya ke anak-anak. Mereka lalu mengiyakan.

Saya ingin mengenalkan anak-anak terhadap keberadaan hutan kota milik kampus merah ini.

Mereka begitu senang. Mereka ingat pernah ke lokasi yang sama, beberapa tahun silam. Kala itu, masih menjadi kandang rusa.

Setakat kini, wajahnya telah berubah. Telah menjadi taman karismatik. Paduan rangka besi beralas papan menghias. Menjadikan hutan kota ini menarik.

Tak hanya itu, jejeran pohon yang tertata rapi jadi pemanis. Saya coba mengamatinya. "Pohon apakah gerangan yang jadi penyusun hutan kota," gumam saya.

[irp]

Saya mendekatinya, mengamati daun. Daunnyanya majemuk menyirip. Saya masih belum bisa mengetahui jenisnya. Ada beberapa jenis pohon yang hampir serupa dengan tipe daun yang sama. Begitu saya melihat buahnya. Saya jadi teringat dengan dao. Saya kemudian mencari buah yang jatuh. Mencari buah yang belum begitu lama jatuh di lantai hutan.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: