Aksi Hijau di Sekolah, ECOTON dan Bumbi Ajak Siswa Kurangi Penggunaan Plastik

Klikhijau.com –  Sebanyak 50 siswa mengikuti kegiatan edukasi dan sosialisasi bahaya mikroplastik serta pentingnya gaya hidup guna ulang di SMPN 58 Platuk, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, Selasa, 19 Mei...

Aksi Hijau di Sekolah, ECOTON dan Bumbi  Ajak Siswa Kurangi Penggunaan Plastik
Bacakan Artikel

Sementara itu, Kezia dari Bumbi menekankan pentingnya beralih dari produk sekali pakai menuju produk guna ulang seperti popok kain dan pembalut reusable sebagai solusi mengurangi timbulan sampah.

“Kami pernah menemukan sampah popok berserakan di Sungai Jagir Surabaya, sementara air sungainya menjadi bahan baku PDAM. Karena itu penggunaan solusi alternatif reusable penting dilakukan agar kita juga ikut menjaga sungai,” ujar Kezia.

Perlu perubahan gaya hidup

Kegiatan edukasi ini diawali dengan sesi sosialisasi tentang bahaya mikroplastik dan gaya hidup guna ulang, dilanjutkan pembagian reusable menstrual pads kepada siswa, serta praktikum lapangan untuk mengidentifikasi mikroplastik pada berbagai sampel lingkungan, mulai dari air sungai, air kran, udara, hingga daun di sekitar sekolah dan Kali Tebu.

Dalam praktikum tersebut, pengambilan sampel air dilakukan sebanyak 10 liter untuk masing-masing titik sampling, sementara pengambilan sampel udara dilakukan selama 2 jam menggunakan metode passive sampling. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa partikel mikroplastik ditemukan di hampir seluruh sampel yang diuji, menandakan pencemaran mikroplastik telah menyebar luas di lingkungan sekitar sekolah dan sungai.

[irp]

Hasil identifikasi mikroplastik menunjukkan bahwa pencemaran partikel plastik berukuran kecil telah ditemukan di berbagai sampel lingkungan di sekitar sekolah dan Kali Tebu. Pada sampel air kran sebanyak 10 liter ditemukan masing-masing 2 partikel filamen dan 2 partikel fiber. Sementara pada daun mangga di lingkungan sekolah ditemukan 8 partikel fiber yang menunjukkan mikroplastik juga dapat menempel pada permukaan tumbuhan melalui paparan udara.

Pada pengambilan sampel udara selama 2 jam di lingkungan sekolah ditemukan 6 partikel fiber. Sedangkan di udara sekitar Kali Tebu ditemukan total 8 partikel mikroplastik yang terdiri dari 1 fragmen, 6 fiber, dan 1 granule. Hasil tertinggi ditemukan pada sampel air Sungai Kali Tebu sebanyak 10 liter, yaitu 19 partikel mikroplastik yang terdiri dari 12 fiber, 2 filamen, dan 5 fragmen.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: