Menanti Gebrakan Gerakan ASRI untuk Penanganan Sampah yang Lebih Baik

oleh -28 kali dilihat
Sampah di laut
Sampah yang menghuni laut/foto - mongabay.co.id

Klikhijau.com – Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Disingkat ASRI yang kini menjadi Gerakan Nasional Indonesia. ASRI merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto, juga untuk memperkuat penanganan sampah laut.

Menyikapi arahan tersebut Menteri Lingkungan Hidup//Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq  menyatakan bahwa secara nasional, persoalan sampah telah memasuki fase krisis, di mana dari sekitar 143 ribu ton sampah per hari, baru sekitar 24 persen yang terkelola dengan baik.

“Sampah yang kita tangani saat ini merupakan sampah spesifik yang tidak berasal dari rumah tangga dan memerlukan penanganan khusus. Sampah ini muncul akibat kondisi tertentu, termasuk dampak banjir, sehingga harus dikelola secara lebih tepat dan terkontrol,” kata Hanif, Sabtu, 7 Februari 2026 seperti dinukil dari Antara.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada kesehatan lingkungan, ekonomi pesisir, serta citra pariwisata Indonesia di tingkat global.

KLIK INI:  Prahara Hukum UU Cipta Kerja, KEPAL Tantang MK Segera Lakukan Uji Materil

Pada Jumat kemarin, 6 Februari 2026, seusai aksi bersih sampah di sejumlah pantai di Bali, Hanif mengingatkan persoalan sampah laut merupakan tantangan serius yang kerap meningkat pada periode musim angin barat, ketika kiriman sampah dari perairan sekitar terbawa ke pesisir Bali.

Untuk itu, aksi bersih sampah dilakukan yang merupakan tindak lanjut langsung arahan Presiden Prabowo Subianto, melalui Gerakan Nasional Indonesia ASRI untuk memperkuat penanganan sampah laut secara terpadu dan berkelanjutan dari hulu hingga hilir.

KLIK INI:  Teknologi Landfill Mining Dinilai Solusi Tepat bagi TPA

Menteri Hanif menekankan bahwa sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, kewenangan pengelolaan sampah berada pada kepala daerah, dengan dukungan pemerintah pusat, dunia usaha, dan partisipasi aktif masyarakat.

KLH/BPLH terus mendorong penguatan pengelolaan sampah dari sumber melalui pengembangan TPS3R, bank sampah, fasilitas pengolahan terpadu, serta pemanfaatan teknologi pengolahan sampah yang ramah lingkungan di wilayah perkotaan dan pesisir.

KLIK INI:  Karena Sisiknya, Banyak Trenggiling Temui Kematiannya