7 Kendala Pengembangan Desa Wisata yang Harus Diurai

Klikhijau.com – Pengembangan desa wisata saat ini sedang gencar dikampanyekan. Bahkan ada penganugrahan khusus, namanya Anugera Desa Wisata Indonesia (ADWI). Ada beberapa kategori ADWI di antaranya...

7 Kendala Pengembangan Desa Wisata yang Harus Diurai
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Pengembangan desa wisata saat ini sedang gencar dikampanyekan. Bahkan ada penganugrahan khusus, namanya Anugera Desa Wisata Indonesia (ADWI).

Ada beberapa kategori ADWI di antaranya penerapan CHSE (cleanliness atau kebersihan), health (kesehatan), safety (Keamanan), dan environment sustainability (Kelestarian Lingkungan), desa digital, souvenir , yakni kuliner, kriya, dan fesyen, daya tarik wisata (alam, budaya, buatan), konten kreatif, homestay, dan toilet.

Desa wisata menjadi salah satu destinasi pariwisata tanah air dengan potensi yang besar bagi perkembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.

Indonesia memiliki puluhan ribu desa, yakni 75.000 desa. Kabar baiknya sekitar 1.200 di antaranya memiliki peluang berubah wujud jadi desa wisata.

[irp]

Memang, tidak semua desa memiliki potensi untuk berubah wujud jadi desa wisata. Namun, bagi yang berpotensi bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat desa tersebut.

Untuk menjadikan sebuah desa menjadi desa wisata, tidak harus memiliki keindahan alam, namun, bisa dari segi adat istiadat, budaya, sejarah hingga relegi.

Mengembangkan desa menjadi desa wisata tidaklah mudah, banyak hal harus diperhitungkan yang bisa jadi kendalanya.

Berikut 7 kendala yang bia jadi benturan mewujudkan desa wisata:



  • Cuaca



Pengembangan desa wisata, khususnya di daerah pegunungan akan terbentur oleh kondisi alam, yakni cuaca. Daeah pegununang memiliki curah hujan yang cukup tinggi.

Hal ini tentu akan jadi kendala tersendiri bagi pengunjung yang hendak datang menikmati desa wiasata, terutama yang berada pada daerah pegununangn.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2