7 Fakta Keanekaragaman Hayati di Taman Nasional Gandang Dewata

Klikhijau.com – Penetapan Taman Nasional (TN) Gandang Dewata ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: SK.773/Menlhk/Setjen/PLA.2/10/2016 tanggal 3 Oktober 2016....

7 Fakta Keanekaragaman Hayati di Taman Nasional Gandang Dewata
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Penetapan Taman Nasional (TN) Gandang Dewata ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: SK.773/Menlhk/Setjen/PLA.2/10/2016 tanggal 3 Oktober 2016.

Kawasan ini terletak membentang di 4 Kabupaten yakni Mamuju, Mamuju Utara, Mamuju Tengah dan Kabupaten Mamasa Provinsi Sulawesi Barat seluas 189.208,17 hektare.

TN Gandang Dewata berada di Gunung Gandang Dewata, satu gunung tertinggi di Sulawesi Barat atau gunung tertinggi kedua di Sulawesi setelah gunung Latimojong di Enrekang Sulawesi Selatan.

Penunjukan kawasan ini sebagai Taman Nasional tidak terlepas dari kekayaan sumber daya alam hayati dan ekosistem khas serta gejala alam yang ada di dalamnya.

Selain itu, kawasan ini diketahui memiliki kekayaan budaya berupa sejarah dan nilai-nilai lokal (local wisdom) yang sejak lama menjadi tradisi pada mayarakatnya.

Berikut ini 5 fakta mengenai keanekaragaman hayati dan potensi sumber daya alam yang ada di TN Gandang Dewata Mamasa yang menarik diketahui:



  • Beberapa jenis tumbuhan dari suku Melastomateceae



Berdasarkan penelusuran yang pernah dilakukan pada 2016 oleh Tim LIPI, ditemukan adanya tumbuhan dari suku Melastomateceae dari marga Medinilla, Sonerila, Astronia, Dissochaeta, Melastoma dan Creochiton.

Bahkan ditemukan 2 jenis dari Medinilla dan Sonerila yang diduga merupakan jenis baru. Ekspedisi LIPI juga menemukan bahwa sebagian besar dari suku ini juga diketahui endemik hanya terdapat di Sulawesi.



  • Ditemukan tumbuhan dari suku Gesneriaceae



Dari kawasan TN Gandang Dewata ditemukan ada 11 jenis tumbuhan dari suku Gesneriaceae dari marga Aeschynanthus, Agalmyla dan Cyrtandra. Keseluruhan jenis dari suku ini dipastikan endemik hanya dijumpai di Sulawesi dan tidak ada di pulau lain.

Selain 3 suku tersebut, terdapat pula jenis-jenis endemik dari marga beringin (Ficus). Setidaknya terdapat 4 – 5 jenis dari marga ini dijumpai, kuat duguaan merupakan jenis yang endemik di Sulawesi.



  • Kaya jenis paku-pakuan



Di Pegunungan Gandang Dewata ditemukan sekitar 123 jenis paku-pakuan dan kerabatnya (pteridofita) pada rentang ketinggian 1500 – 2000 mdpl. Bahkan ditemukan pula ada satu jenis endemik Sulawesi yakni paku pohon atau dalam bahasa lokal dinamai pune, dari jenis Cyathea sarasinorum.


  • Surga mamalia darat endemik Sulawesi



Pada ekspedisi yang dilakukan Tim LIPI pada 2016 ditemukan adanya mamalia darat (Ordo Rodensia dan Insektivora), Herpetofauna, burung, serangga dan Arthopoda lainnya seperti capung, lebah, binatang parasit dan kumbang kotoran beserta tungauforetiknya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2