BP2LHK Verifikasi Pemanfaatan Air di Taman Nasional Gandang Dewata

Publish by -16 kali dilihat
Penulis: Redaksi
BP2LHK Verifikasi pemanfaatan air
Tim BP2LHK-Foto/Ist

Klikhijau.com – Tim Peneliti Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Makassar melakukan penelitian dan verifikasi pemanfaatan air di Taman Nasional Gandang Dewata (TNGD), pada 19 sampai 26 Februari 2020.

Kegiatan ini digelar atas kerjasama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui potensi air sejumlah titik. Yang sebelumnya telah disurvey sebagai areal pemanfaatan air bagi masyarakat di desa penyangga kawasan TNGD.

Tim peneliti terbagi 2 (dua) kelompok, satu kelompok ke Kabupaten Mamuju yaitu ke Kecamatan Bonehau tepatnya di Desa Lumika dan Desa Mappu.

Sementara kelompok lainnya ke Kabupaten Mamasa yaitu ke Kecamatan Mamasa, tepatnya di Desa Tondok Nakaru dan Kecamatan Bambang di Desa Lembang Mokalla.

Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah adanya sejumlah data potensi pemanfaatan air bagi masyarakat sekitar kawasan TNGD. Diantaranya untuk air bersih, pengairan dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH).

KLIK INI:  Suhu Bumi Naik, Risiko Kekurangan Pangan Mengintai di Masa Depan

Di Desa Mappu Kabupaten Mamuju, terdapat air terjun Mappu dengan potensi debit air yang cukup. Dan selama ini telah dijadikan sumber energi untuk PLTMH sebelum listrik PLN masuk ke desa tersebut. Sementara air buangan PLTMH tersebut digunakan untuk pengairan sawah masyarakat Desa Mappu.

Saat ini sebagian dari sumber air tersebut juga telah digunakan untuk kebutuhan air bersih. Selanjutnya di Desa Lumika juga terdapat sumber air yang bisa digunakan sebagai air bersih. Dan pemanfaatan energi PLTMH dengan daya kecil dan pengairan.

Di Kecamatan Mamasa, potensi air dari Kawasan TNGD yang bisa dimanfaatkan adalah masa air dari Sungai Tetean yang potensial digunakan sebagai sumber air minum untuk Kabupaten Mamasa.

Sementara itu, di Kecamatan Bambang, potensi air dari aliran Sungai Mokalla yang mengalir dari Kawasan TNGD saat ini sudah banyak dimanfaatkan. Selain untuk irigasi dan air rumah tangga adalah untuk pembangkit listrik tenaga mikrohidro.

KLIK INI:  Perihal 57 Kontainer Kayu Ilegal, Hakim PN Makassar Tolak Gugatan Praperadilan Pemohon
Berbagi metode pengukuran air

Namun demikian, pemanfaatannya masih belum optimal yang disebabkan oleh desain PLTMH dan kelembagaan pengelolaan yang masih belum maksimal.

Tim ahli BP2LHK Makassar yang terdiri dari DR. Ir. Hunggul YSH Nugroho, M.Si dan Muhammad Saad, S.Hut pada kegiatan tersebut berkesempatan untuk membagikan cara dan metode survey.

Serta metodologi pengukuran air yang praktis untuk menilai potensi pemanfaatannya khususnya untuk air bersih dan PLTMH kepada petugas resort BBKSDA Sulsel yang membawahi masing-masing wilayah.

Di samping itu, dari hasil kegiatan ini juga diperoleh lokasi potensial untuk pembangunan PLTMH yang nantinya akan ditindaklanjuti dengan kegiatan penyusunan dokumen studi kelayakan dan rancangan teknis detail.

Semoga keterlibatan dan peranan tim peneliti BP2LHK Makassar dapat memberi kontribusi positif bagi kemajuan dan kemanfaatan pengelolaan kawasan konservasi khususnya kawasan hutan pada umumnya.

KLIK INI:  Diperlukan Penegakan Hukum Lebih Ketat untuk Atasi Karhutla
Editor: Anis Kurniawan
Sumber: balithutmakassar.org

KLIK Pilihan!