Cara Keren ‘Pohon Pustaka’ Merayakan “Tujuhbelasan” di Pelosok Desa Enrekang

Publish by -114 kali dilihat
Penulis: Redaksi
Cara Keren ‘Pohon Pustaka’ Merayakan “Tujuhbelasan” di Pelosok Desa Enrekang
Pohon pustaka membawa buku-buku bacaan ke pelosok desa di Enrekang, bagian dari aksi "Tujuhbelasan" - Foto/Ist

Klikhijau.com – Lapak Baca Merdeka (LBM) adalah salah satu program Pohon Pustaka di setiap Agustus untuk merayakan ulang tahun kemerdekaan Bangsa Indonesia yang ke-75.

Program ini hadir di tengah lokasi pusat peramaian “Tujuhbelasan” di Kecamatan Baraka. Sayangnya, LBM tak dapat dilangsungkan tahun ini, tidak mungkin karena adanya pandemi Covid-19.

Pohon Pustaka sebagai lembaga sosial berbentuk komunitas literasi memiliki komitmen ke-Indonesia-an yang diyakini perlu untuk dinyatakan, berwujud. Olehnya itu, meskipun LBM tidak bisa dilangsungkan, Pohon Pustaka tetap menggelar kegiatan untuk perayaan “Tujuhbelasan.”

Program yang digelar adalah “Touring Adventure Pustaka Bergerak”. Dengan berkendara sepeda motor, para pegiat literasi Pohon Pustaka mengunjungi salah satu desa terjauh di Kabupaten Enrekang, Desa Latimojong.

KLIK INI:  Uha, Si Manusia Gorong-Gorong dan Sebuah Pekerjaan Rumah di 2020

Menurut Darwin, Direktur Pohon Pustaka, kegiatan ini berlangsung efektif dan sesuai harapan.

“Kita membawa buku-buku agar anak-anak tetap bisa membaca. Sejak sekolah diliburkan, tidak semua anak bisa belajar efektif dengan metode daring/luring, terutama di pedesaan yang memiliki infrastruktur komunikasi belum memadai. Karenanya kita yakin anak-anak butuh bahan bacaan,” kata Darwin.

Program Manager Pohon Pustaka, Darmadi H. Tariah, mengatakan Touring Adventure Pustaka Bergerak (TAPB) sejatinya memiliki semangat yang sama dengan LBM.

“Salah satu esensi kemerdekaan adalah terbebas dari kebodohan, memiliki akses terhadap pengetahuan dan membaca buku adalah salah satu cara terbaiknya. Makanya kita menggelar LBM ataupun TAPB. Kita merayakan Tujuhbelasan bersama masyarakat, Bangsa Indonesia” pungkas Darmadi.

KLIK INI:  Pembakar Kisah di Danniari
Aksi literasi dan petualangan
petualangan pohon pustaka
Aksi keren komunitas “Pohon Pustaka” merayakan kemerdekaan RI ke-75 dengan aksi literasi ke desa – Foto/Ist

Salah satu tantangan kegiatan ini adalah beratnya medan perjalanan ke lokasi. Meskipun akses jalan kurang baik, di mana sebagiannya masih berupa jalan tanah berlumpur justru menjadi tantangan menyenangkan bagi Muhammad Yusran Yusuf, salah seorang pegiat Pohon Pustaka.

“Saya senang dengan kondisi jalan ke lokasi, seperti melakukan touring trail adventure” kata Yusran.

Menurut Yusran, bukan hanya perjalanannya yang menyenangkan, tetapi inti dari kegiatan ini ketika berinteraksi dengan anak-anak di Dusun Dante Lemo lebih menyenangkan lagi.

Tiga pegiat Pohon Pustaka dengan cekatan melayani anak-anak beberapa saat setibanya rombongan TAPB di Desa Latimojong. Andin, Ibrahim, dan Yusran menyempatkan diri membantu anak-anak mengeja bacaannya.

KLIK INI:  Kisah Si RoCycle yang “Dilahirkan” untuk Mendaur Ulang Sampah

Mereka juga sibuk mencatat judul-judul buku yang dipinjam ibu-ibu dan para remaja untuk dibawa pulang ke rumah masing-masing.

Darwin menuturkan bahwa program ini terus berlangsung, setidaknya hingga anak-anak kembali bersekolah nantinya.

“Kita akan kembali lagi ke Desa Latimojong membawa buku-buku berbeda setidaknya dua minggu sekali. Selain menyediakan bacaan, ke depannya kita ingin berbagi peristiwa bersama anak-anak, mungkin dengan permainan-permainan mengadopsi model-model kelas inspirasi” kata Darwin.

Direktur Pohon Pustaka ini juga menyampaikan bahwa TAPB bukan bermaksud untuk menggantikan kelas sekolah, sebab dua hal ini memang berbeda, tetapi menghadirkan ruang dan suasana bermain anak-anak yang dilengkapi dengan bacaan-bacaan.

KLIK INI:  Bagi Nadia, Memungut Sampah Adalah Bakti Cinta
Editor: Anis Kurniawan

KLIK Pilihan!