3 Peristiwa Penting di Balik Lahirnya Hari Bumi 22 April

oleh -379 kali dilihat
Ilustrasi Hari Bumi
Ilustrasi Hari Bumi/foto

Klikhijau.com – Selalu saja ada peristiwa yang melatari lahirnya sesuatu. Hari Bumi atau Earth Day adalah termasuk di dalamnya.

Hari Bumi adalah wujud bakti cinta pada lingkungan. Diperingati pertama kali pada tanggal 22 April  tahun 1970 di Amerika Serikat.

Sejak saat itu, pada tanggal 22 April setiap tahun diperingati oleh hampir selur dunia. Di balik peringatan itu, terselip  bertujuan untuk meningkatkan kesadaran manusia akan bumi.

Setidaknya ada dua sosok yang patut disorot atas lahirnya Hari Bumi, yakni  Gaylod Nelson dan Denis Hayes.

KLIK INI:  Produksi Tinggi dan Daur Ulang Rendah, Ancaman Plastik Semakin Mencekik

Gaylod Nelson merupakan Senator Amerika Serikat dan seorang pengajar di bidang disiplin ilmu lingkungan hidup. Ia lahir pada tanggal  4 Juni 1916, di Clear Lake, Wisconsin, Amerika.

Sedangkan Denis Hayes adalah aktor penting di balik peringatan pertama Hari Bumi pada tanggal 22 April 1970. Lelaki kelahiran 29 Agustus 1944 itulah menjadi koordinator aksi pertama tersebut.

Namun, sebelum dua orang itu berkolaborasi melakukan aksi Hari Bumi pertama di tahun 1970. Ada beberapa peristiwa penting yang melatari kelahirannya, berikut 3 di antaranya:

  • Kondisi lingkungan mengkhawatirkan

Menurut Environmental Protection Agency (EPA), kelahiran Hari Bumi dilandasi oleh kekhawatiran akan kondisi lingkungan di Amerika Serikat sebelum tahun 1970.

Pada saat itu, aktivitas pabrik sangat marak. Pabrik-pabrik itu menghasilkan asap beracun yang dapat mengganggu kesehatan.

Tidak hanya asap, tetapi juga aktivitas pabrik tersebut  membuang  berton-ton limbahnya yang beracun ke sungai terdekat.

KLIK INI:  4 Tujuan Tak Terduga Festival Generasi Muda Cinta Lingkungan

Ngerinya lagi, aktivitas tersebut tidak bisa dihentikan, bahkan tidak bisa dibawa ke meja pengadilan.

Dalam lama resminya, EPA menyebut jika hal itu terjadi karena pada saat itu belum ada EPA, seperti tidak ada Clean Air Act dan Clean Water Act. Serta belum ada mekanisme hukum atau regulasi untuk melindungi lingkungan.

Sekitar tahun  1950-an, penduduk AS, khususnya yang bermukim di Wisconsin  semakin peka dengan taman-taman di Wisconsin.

Taman-taman tersebut cukup padat dan rusak, disebabkan adanya eksploitasi sumber daya oleh industri swasta, juga ada polusi saluran air.

Dan pada awal 1960-an masyarakat AS juga mulai menyadari dampak buruk pencemaran lingkungan.

Pada tahun itu, banyak buku yang terbit dengan mengangkat efek berbahaya pestisida di pedesaan . Kemudian dekade selanjutnya, terjadi kebakaran hutan  di beberapa titik.

Melihat kondisi seperti itu,  Gaylod Nelson, maka pada tahun 1970 ia menyertakan isu lingkungan berkelanjutan ke dalam agenda nasional AS.

KLIK INI:  Polusi dan Perubahan Iklim Semakin Mempengaruhi Kesehatan Anak
  • Gerakan anti perang mahasiswa

Siapa sangka jika ide lahirnya  hari bumi datang dari gerakan mahasiswa. Saat berkecamuk perang Vietnam,  banyak pelajar atau mahasiswa Amerika Serikat yang  memprotes. Mereka melakukan aksi  demonstrasi.

Ketika melihat aksi tersebut, Gaylod Nelson kemudian meminta kepada para pendemo anti-perang tidak hanya menyorot perang, tapi juga menyalurkan energinya pada gerakan lingkungan. Biar bagaimanapun, ketika terjadi perang, maka lingkungan juga akan terkena dampaknya.

Nelson ingin menanamkan kesadaran publik, khususnya mahasiswa terkait polusi udara dan air yang juga mengancam Amerika Serikat. Ia kemudian  mengumumkan gagasannya untuk mengajar di kampus-kampus terkait upaya tersebut.

  • Tumpahan minyak

Peristiwa selanjutnya yang mengokohkan Gaylord Nelson, sang Senator Amerika Serikat asal Wisconsin “melahirkan” Hari Bumi adalah kasus tumpahan minyak di pesisir Santa Barbara, California pada tahun 1969.

Kasus tumpahan minyak tersebut, menjadi salah satu pemicu yang keras bagi Nelson untuk segera  bertindak menyelamatkan Bumi.

Nah, sahabat hijau itulah 3 peristiwa yang melatari lahirnya hari bumi versi Klikhijau.com

KLIK INI:  Hari Bumi, WALHI Sulsel Serukan Selamatkan Bumi dan Pulihkan Sulawesi Selatan