10 Alasan Kenapa Tak Perlu Panik dan Cemas Hadapi Covid-19

Klikhijau.com - Saat ini harus diakui, kita tak hanya berperang melawan Covid-19 atau virus corona. Namun, juga bertarung melawan diri sendiri yang diteror kepanikan dan kecemasan. Iya, teros panik da...

10 Alasan Kenapa Tak Perlu Panik dan Cemas Hadapi Covid-19
Bacakan Artikel

Kasus pneumonia parah ini dilaporkan terjadi di Cina pada 31 Desember 2019 dan pada 7 Januari 2020 virus tersebut sudah berhasil diidentifikasi. Genom virus tersebut sudah tersedia pada hari kesepuluh.



  •  Cara mendeteksi virusnya sudah ketahuan



Meski virus corona termasuk baru, namun sejak 13 Januari, sebuah tes untuk mendeteksi virusnya telah tersedia. Itu artinya penyebaran virus ini bisa terdeteksi lebih awal.


  • Banyak yang sembuh



Banyak data yang memperlihatkan peningkatan di jumlah kasus-kasus positif dan jumlah kematiannya, namun kebanyakan yang terinfeksi bisa sembuh. Ada 13 kali lebih banyak kasus yang sembuh jika dibandingkan kematian, dan proporsi ini bertambah.

[irp]



  • 80% kasusnya ringan



Penyakitnya tidak menimbulkan gejala atau dalam skala menengah/ringan di 81% kasus-kasus yang terjadi. Tentunya, 14%-nya bisa menimbulkan pneumonia yang parah dan 5% bisa menjadi kritis atau bahkan fatal. Tapi masih tidak jelas bagaimana tingkat kematiannya. Bisa jadi akan lebih rendah dari estimasi saat ini.


  • Virusnya mudah mati



Dengan menggunakan cairan etanol (alkohol 62-71%), hydrogen peroxide (0,5% hydrogen peroxide) atau sodium hypochlorite (0,1% bleach) virus corona bisa mati dalam waktu hanya semenit

Selain itu, dengan rajin cuci tangan dengan sabun dan air juga cara yang paling efektif untuk menghindari penularan.



  • Gejala-gejala kurang terlihat bagi anak-anak



Hanya 3% dari kasus-kasus yang terjadi pada orang di bawah 20 tahun, dan tingkat kematian bagi yang berusia di bawah 40 tahun adalah 0,2%. Gejala-gejala kurang terlihat pada anak-anak sehingga bisa tidak terdeteksi.


  • Dunia sains bergerak



Dunia sains saat ini sedang bergerak bersama mengatasi masalah Covid-19. Dalam waktu hanya dalam sebulan, 164 artikel bisa di akses di PubMed untuk virus ini, demikian juga dengan banyaknya artikel yang belum tertinjau.

Mereka adalah studi awal pada vaksin-vaksin, penanganan, epidemiologi, genetis dan filogeni, diagnosa, dan aspek-aspek klinis serta lain-lainnya.

[irp]

Artikel-artikel ini ditulis oleh sekitar 700 penulis dan disalurkan ke seluruh dunia. Hal ini adalah sains kooperatif, bebas untuk dibagikan.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: