Yuk, Terapkan Organic Parenting, Pola Pengasuhan Anak Alami!

oleh -66 kali dilihat
Yuk, Terapkan Organic Parenting, Pola Pengasuhan Anak Alami!
Ilustrasi/foto-Ist
Irhyl R Makkatutu
Latest posts by Irhyl R Makkatutu (see all)

Klikhijau.com – Apa yang paling menggelisahkan orang tua sekarang ini? Khususnya yang memiliki anak yang masih kecil. Jika kamu katakan gawai, bisa saja sangat benar. Keberadaan gawai telah melahirkan banyak kekhwatiran bagi perkembangan anak. Baik fisik maupun mental.

Menurut penelitian, 5-16 persen anak usia TK mengalami masalah pemprosesan sensori yang memengaruhi perkembangan motorik, kognitif, sosial, dan emosi.

Psikolog Tumbuh Kembang Anak, Chitra Annisya seperti yang dimuat Kompas.com mengatakan, 98 persen anak berusia kurang dari 8 tahun sudah aktif pakai gawai. Pola makan anak-anak juga tinggi kalori dan gula.

KLIK INI:  5 Hal Istimewa di Rumah Hijau Denassa yang Membuat Anak Ceria

Ia juga menjelaskan, karena lebih banyak menggunakan gawai dan kurang kegiatan yang berkaitan dengan fisik, dampaknya buruk bagi anak. Padahal, kebutuhan utama anak adalah bermain, terutama yang berkaitan dengan fisiknya.

“Sekarang ini anak-anak mau mewarnai tinggal klik saja di gawai. Karena kurang stimulasi juga, kemampuan biacara dan mengendalikan dirinya jadi rendah,” katanya.

Padahal menurutnya kegiatan bermain di alam terbuka atau di taman juga sangat disarankan sehingga anak bisa bermain, berlari-lari, dan mengeksplorasi alam.

“Paparan sinar matahari sangat bagus untuk fisik dan mental. Termasuk untuk merangsang hormon bahagia dan melepaskan beban emosi,” kata Chitra.

KLIK INI:  5 Permainan Outdoor untuk Anak yang Layak Dihidupkan Kembali

Untuk mengatasi hal itu, pengasuhan secara alami dan ramah lingkungan dengan gaya pengasuhan anak alami (organic parenting) bisa diterapkan.

Iya, saat ini berkembang gaya pengasuhan anak alami (organic parenting). Pola asuh ini tidak cuma mengajarkan anak untuk lebih dekat dengan alam, tapi juga berkaitan dengan hubungan orang tua dan anak.

Kegiatan multisensori

“Dalam pola asuh ini, orang tua didorong untuk melakukan interaksi dua arah. Jadi memberikan sentuhan fisik, komunikasi verbal, dan kontak mata,” ujar psikolog dari lembaga Tiga Generasi ini.

Pola ini juga memungkinkan anak akan lebih banyak melakukan kegiatan multisensori atau yang merangsang seluruh inderanya. Tentu saja ini disesuaikan dengan tahapan usia dan perkembangan anak.

KLIK INI:  Air Putih Mampu Menjaga Kesehatan Anak, Begini Penjelasannya!

Pada anak berusia satu hingga dua tahun misalnya, orangtua bisa merangsang indera perasa atau penciuman dengan mengenalkan bermacam bau dari buah-buahan atau mengenal teksturnya.

Selain itu, dari sisi nutrisi juga lebih mengutamakan makanan yang alami. Bila memungkinkan memilih produk bahan makanan yang organik atau pun makanan yang minim pemrosesan.

Jadi cobalah asuh anak Anda dengan menjauhkan dari gawai dan mendekatkannya dengan alam.

KLIK INI:  Tak Bisa Sendiri, Semua Pihak Harus Bersinergi dalam RHL