Wujudkan Green Pesantren, Dosen Unhas Dorong Kemandirian Lingkungan di Darul Istiqamah Maros

Klikhijau.com - Komitmen mewujudkan ekosistem pendidikan Islam yang ramah lingkungan dan berkelanjutan terus diperkuat di Kabupaten Maros. Di dampingi akademisi dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Po...

Wujudkan Green Pesantren, Dosen Unhas Dorong Kemandirian Lingkungan di Darul Istiqamah Maros
Bacakan Artikel

[irp]

Menariknya, siklus hidup maggot ini tidak hanya menyelesaikan masalah tumpukan sisa makanan di pesantren, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi tinggi yang baru (green economy). Larva maggot yang kaya akan protein dapat dipanen untuk dijadikan pakan alternatif berkualitas tinggi bagi sektor perikanan maupun peternakan, sementara sisa residu makannya dapat langsung diaplikasikan sebagai pupuk organik cair maupun padat bagi tanaman di sekitar pesantren.

Setelah sesi materi usai, seluruh peserta bersama tim fasilitator langsung bergerak menuju lokasi TPS 3R Darul Istiqamah. Di area ini, aksi nyata di lapangan benar-benar dipraktikkan. Para santri dan pengurus bahu-membahu memilah sampah, menyiapkan media pembiakan maggot, dan mempraktikkan pencampuran bahan baku kompos secara langsung di bawah supervisi para dosen ahli.

Kontribusi Nyata Terhadap Komitmen Global SDGs

Jika ditarik ke dalam peta gerakan yang lebih luas, inisiatif hijau yang digagas oleh dosen-dosen Unhas ini selaras dengan komitmen global dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Setidaknya ada dua poin utama SDGs yang disasar secara langsung melalui program Green Pesantren Initiative ini.

Pertama, program ini berkontribusi nyata pada pencapaian SDG 11 mengenai Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan. Kontribusi ini diwujudkan melalui upaya konkret peningkatan tata kelola sampah yang adaptif di tingkat komunitas terkecil, dalam hal ini lingkungan lembaga pendidikan berasrama. Kedua, program ini mendorong tercapainya target SDG 12 terkait Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab dengan cara mengintegrasikan sistem reduce (mengurangi) dan reuse (menggunakan kembali) dalam dinamika kehidupan harian para santri.

Menuju pesantren percontohan di Sulawesi Selatan, langkah yang dimulai di Maros ini dipastikan tidak akan berhenti pada seremoni pelatihan pekan ini saja. Ke depan, tim dosen Universitas Hasanuddin telah berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan intensif, monitoring berkala, serta evaluasi sistemik guna memastikan TPS 3R Istiqamah berjalan stabil secara mandiri.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: