Wanita dalam Cangkang

Wanita dalam Cangkang   Pada hakekatnya aku berbicara kepadamu Dan ikut menenguk getir pahit dalam cangkir kopimu Haus yang purba ini telah lama meminta pada gelas hampa yang pandai menagih...

Wanita dalam Cangkang
Bacakan Artikel

Benturan Peradaban


 

Aku berjalan ke kanan untuk menemukan tanah lapang yang isinya; anak-anak bermain bola bertelanjang dada, berkejar-kejaran dan lupa pada wasit yang meniup peluit tanda permainan usai.

Lalu berjalan ke kiri untuk menemukan robot-robot yang tunduk pada satu perintah atasan. Menebang pohon, mengeruk tanah, membangun tembok raksasa tempat dimana penguasa tak dapat disentuh hukum.

Lantas bagaimana kelak jika kanan dan kiri dibenturkan?
Mungkinkah gempa?
Mungkinkah banjir?
Ataukah tsunami?
Atau kiamat seperti yang tertera dalam kitab?

Pada akhirnya bukan lagi tentang menjawab pertanyaan bukan, tujuan puisi ini dibuat?
Sebab pada akhirnya, puisi jualah jalan pulang dari segala peradaban.

Sp, Oktober 21

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2