Klikhijau.com – Mudik tiba. Persoalan baru sampah juga tiba. Apalagi tahun ini, diperkirakan ada lonjakan pemudik. Artinya potensi lonjakan sampah juga akan meningkat.
Di negara ini (Indonesia) telah jadi sangat umum. Di mana ada kerumunan orang (keramaian), maka di sana pula terkadang akan ada sampah berserakan.
Khusus untuk ritus mudik lebaran tahun ini, Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono mengingatkan pentingnya kolaborasi antar-pengelola fasilitas transportasi serta pemudik untuk menjaga kebersihan.
“Kita sedang lihat persiapan mudik, tapi tentunya karena dari kami dari KLH, kami fokus dengan pengelolaan sampahnya, kita dengar akan ada peningkatan pemudik sekitar 20% di Stasiun Tegal sendiri dan bisa lebih, artinya sampah yang ditimbulkan akan naik, jadi kami harap dari para pemudik dan pengelola transportasi untuk menjaga fasilitas umum agar tetap bersih dari sampah,” tegas Wamen Diaz.
Peninjauan fasilitas pengelolaan sampah dilakukan Wamen Diaz di sejumlah simpul transportasi antara lain Terminal Klari Karawang, Stasiun Cirebon, Stasiun Tegal, dan Stasiun Semarang Tawang.
Dalam kesempatan tersebut, Wamen Diaz menyampaikan apresiasi kepada sejumlah simpul transportasi yang telah menyediakan fasilitas pengelolaan sampah yang baik, termasuk tempat sampah terpilah serta penyediaan dispenser air minum gratis bagi penumpang, seperti di Stasiun Cirebon dan Stasiun Tegal.
“Kami apresiasi sudah ada tempat pemilahan tong sampah yang memisahkan antara sampah organik, anorganik, dan B3, PT KAI sudah memilah sampah dari sumbernya, saya mohon kerja sama masyarakat pemudik agar tidak mencampur lagi sampah yang dibuang supaya tidak susah lagi di hilir untuk pengelolaan sampahnya,” ujar Wamen Diaz.
Selain dialog dengan pemerintah daerah setempat dan pengelola fasilitas transportasi, Wamen Diaz turut berbicara dengan para pemudik di masing-masing lokasi. Pada kesempatan ini, Wamen Diaz membagikan tempat makan, tumbler serta alat P3K untuk para pemudik.
“Kami dari KLH mau ngasih tempat makan sama tumbler agar tidak lagi pake plastik sekali pakai. Saya lihat ada water dispenser sehingga orang bisa secara gratis isi air kapanpun juga, tapi harus punya tumbler sendiri, sehingga tidak menggunakan botol plastik sekali pakai,” jelas Wamen Diaz kepada para pemudik.
Wamen Diaz menambahkan bahwa simpul transportasi juga dapat bekerja sama dengan kelompok swadaya masyarakat yang mengelola fasilitas seperti bank sampah dan TPS3R agar mengurangi beban sampah yang terbuang ke TPA.
“Kemungkinan perlu ada kerjasama dengan Bank Sampah terdekat ini untuk mengambil sampah yang high value lalu nanti yang low value atau no value at all bisa dibawa ke TPA,” tegas Wamen Diaz.
Dalam kunjungan ini Wamen Diaz didampingi oleh Deputi Pengendalian Perubahan Iklim KLH/BPLH Ary Sudijanto, Staf Ahli Menteri Erik Teguh Primiantoro, Noer Adi Wardjojo dan Laksmi Widjayanti serta diterima oleh Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, Walikota Tegal Dedy Yon Supriono dan Wakil Walikota Cirebon Siti Farida Rosmawati. **








