Transparansi Keberlanjutan, PT BIA Dalami Implementasi Eco Office dan Ekonomi Sirkular di Pusdal LH Suma

Klikhijau.com - Komitmen nyata terhadap prinsip keberlanjutan dan pengelolaan lingkungan yang inklusif, PT Bio Inti Agrindo (PT BIA) melaksanakan inisiatif strategis bertajuk Organic Insight Field T...

Transparansi Keberlanjutan, PT BIA Dalami Implementasi Eco Office dan Ekonomi Sirkular di Pusdal LH Suma
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Komitmen nyata terhadap prinsip keberlanjutan dan pengelolaan lingkungan yang inklusif, PT Bio Inti Agrindo (PT BIA) melaksanakan inisiatif strategis bertajuk Organic Insight Field Trip. Program lintas nusantara ini membawa delegasi perusahaan dari wilayah operasional di Merauke menuju pusat inovasi lingkungan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Pada Senin, 27 April 2026, tim lintas departemen PT BIA yang dipimpin oleh Mr. Jeong Kiwon, bersama Bayu Anang Setiawan, Putra Rama Pradana Dahlan, dan Maftuh Indra Pramana, didampingi melalui fasilitator Klikhijau, melakukan kunjungan mendalam ke Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku (Pusdal LH Suma) yang berada di bawah naungan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Kunjungan ini bertujuan untuk membedah kebijakan dan implementasi teknis mengenai manajemen kantor ramah lingkungan atau yang dikenal dengan konsep Eco Office.

Urgensi Transformasi Budaya Kerja

Langkah PT BIA dalam mempelajari Eco Office didasari oleh fakta bahwa aktivitas perkantoran merupakan salah satu penyumbang konsumsi sumber daya terbesar, mulai dari kertas, air, hingga energi listrik. Di tengah kondisi krisis iklim yang kian mendesak, membangun budaya kerja yang selaras dengan alam bukan lagi sekadar pilihan atau tren gaya hidup, melainkan sebuah keharusan bagi institusi maupun korporasi.

Berdasarkan data nasional tahun 2024, tantangan pengelolaan limbah di Indonesia masih berada pada level yang mengkhawatirkan. Dari total 34,6 juta ton timbulan sampah per tahun, sebanyak 59,92 persen atau sekitar 20,7 juta ton masih belum terkelola dengan baik.

Sisa makanan dan plastik menjadi kontributor utama yang jika tidak diintervensi, berpotensi memicu tragedi lingkungan serupa longsornya TPA Leuwigajah di masa lalu atau pencemaran mikroplastik yang masif di lautan.

Sebuah ruang kerja di mana setiap hembusan pendingin ruangan (AC), penggunaan lembar kertas, hingga sisa makan siang dikelola dengan penuh kesadaran. Inilah esensi dari Zero Waste Office yang perlu dipelajari dan adaptasi.

Eksplorasi Fasilitas, Dari Pemanen Hujan hingga Biopori

Kunjungan ini tidak hanya terbatas pada diskusi teoritis di dalam ruangan. Didampingi oleh Apriady dari pihak Pusdal LH Suma, delegasi PT BIA meninjau langsung berbagai fasilitas fisik yang menjadi tulang punggung implementasi Eco Office.

Fokus utama tinjauan meliputi infrastruktur yang mengadopsi konsep green building dan sistem rainwater harvesting (pemanenan air hujan) yang menekankan bahwa keteladanan ekologis harus dimulai dari lingkungan internal instansi.

Pihak Pusdal LH Suma memandu tim untuk melihat mekanisme kerja Bank Sampah Unit, di mana pegawai secara aktif memilah dan menimbang sampah anorganik. Selain itu, tim juga diperlihatkan sistem pengolahan limbah organik yang komprehensif melalui pembuatan kompos dan budidaya maggot (Black Soldier Fly). Metode ini dipandang sangat efektif dalam memutus rantai sampah organik dari sumbernya agar tidak berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2

Apa tanggapan anda mengenai berita ini

like 0
Like
dislike 0
Dislike
love 0
Love
funny 0
Funny
angry 0
Angry
sad 0
Sad
wow 0
Wow