Tragedi Petani, Bercocok Tanam di Lumbung Sampah Plastik

Klikhijau.com โ€“ Bercocok tanam memiliki tantangan tersendiri. Mulai persoalan air hingga musim yang mulai tidak menentu. Daerah yang suplai airnya minim dan curah hujan yang rendah akan berdampak p...

Tragedi Petani, Bercocok Tanam di Lumbung Sampah Plastik
Bacakan Artikel

Tidak hanya Kabupaten Jeneponto, saya juga menemukan hal serupa di Kabupaten Takalar, Bantaeng, Bulukumba, dan Maros. Sawah dan ladang di pinggir jalan disesaki pula dengan sampah plastik

Telah diketahui jika keberadaan sampah plastik adalah ancamana nyata bagi tercemarnya tanah, air tanah, dan makhluk bawah tanah.

Partikel plastik membawa racun yang bisa masuk ke dalam tanah sehingga ย akan membunuh hewan-hewan pengurai di dalam tanah seperti cacing.

Plastik ย tidak dapat terurai meskipun termakan oleh binatang maupun tanaman. Ini bisa jadi penyebab menjadi racun berantai sesuai urutan rantai makanan.

Sampah plastik akan mengganggu jalur air yang teresap ke dalam tanah. Sehingga bisa menurunkan kesuburan tanah. Sampah plastik juga bisa menghalangi sirkulasi udara di dalam tanah dan ruang gerak makhluk bawah tanah yang mampu menyuburkan tanah.

Pramiati Purwaningrum (2016) mengungkapkan bahwa penggunaan plastik yang tidak sesuai persyaratan akan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, karena dapat mengakibatkan pemicu kanker dan kerusakan jaringan pada tubuh manusia (karsinogenik).

[irp]

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: