Tisu Sekali Pakai yang Lembut di Tangan, Kasar untuk Lingkungan

Klikhijau.com - Ia tampak tak bersalah. Ringan, putih, dan lembut seperti niat awal manusia untuk hidup lebih bersih. Itulah tisu, tipis namun terbuat dari ratusan pohon yang ditebang demi mengelap mu...

Tisu Sekali Pakai yang Lembut di Tangan, Kasar untuk Lingkungan
Bacakan Artikel

Tentu, tisu tak perlu dihukum. Ia hanyalah produk dari sistem yang mencintai kepraktisan dan menjual kemudahan. Namun, mengandalkan tisu untuk semua urusan kebersihan adalah bentuk lain dari kemalasan ekologis. Ketika semua bisa diseka lalu dibuang, maka tanggung jawab pun ikut hilang dalam gulungan terakhir.

[irp]

Selalu ada alternatif

Alternatif? Ada. Sapu tangan bisa dicuci. Kain lap bisa dipakai ulang. Serbet dari kain bisa menggantikan tisu makan. Tapi, semua ini membutuhkan satu hal yang jarang dimiliki manusia modern. โ€œNiat untuk repot sedikit demi masa depan bumiโ€. Sayangnya, niat itu sering kalah oleh diskon โ€œbuy 2 get 1โ€ dari supermarket terdekat.

Kini, tisu bukan lagi sekadar pelengkap makan atau pembersih sesaat. Ia telah menjadi cermin gaya hidup kita. Cepat, bersih di permukaan, tapi menyisakan limbah di belakang. Setiap helai yang kita tarik, sebenarnya adalah jejak atas pilihan antara kenyamanan instan atau keberlanjutan jangka panjang.

Mungkin sudah saatnya kita bertanya, bukan berapa banyak tisu yang digunakan hari ini, tetapi berapa banyak pohon yang tak sempat tumbuh karena kita terlalu sering menyeka dengan ringan hati.

[irp]

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: