Telor Keong Mas, Probiotik Ramah Lingkungan Pendongkrak Hasil Pertanian

Klikhijau.com - Keong mas hidup di sawah yang penuh air. Mereka berkembang biak dengan pesat. Keong mas ini mudah ditemukan menjelang padi mulai tumbuh. Keong mas termasuk dalam kelompok mollusca,...

Telor Keong Mas, Probiotik Ramah Lingkungan Pendongkrak Hasil Pertanian
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com - Keong mas hidup di sawah yang penuh air. Mereka berkembang biak dengan pesat. Keong mas ini mudah ditemukan menjelang padi mulai tumbuh.

Keong mas termasuk dalam kelompok mollusca, sangat aktif di malam hari. Hampir semua tumbuhan lunak dimakan di dalam air. Tanaman padi yang muda menjadi makanan favoritnya dibanding gulma yang ada di sawah. Tak heran keong mas sawah kerap jadi musuh petani.

Berbeda dengan keong sawah yang dapat dimakan atau disebut tutut, keong satu ini memiliki cangkang yang berwarna keemasan dan masuk dalam kategori beracun.

Siklus hidup yang pendek mampu membuat keong mas berkembang biak dengan cepat. Petani seringkali kelabakan untuk mengatasinya.

Cara praktis yang diambil petani adalah melakukan penyemprotan dengan menggunakan pestisida kimia. Namun hal ini tidak langsung mengurangi dampak serangan.

Satu keong dewasa mampu menghasilkan 6000-7200 butir sekali hidupnya. Hanya dalam 7-14 hari telur-telur keong ini sudah menetas.

Dalam 15-45 hari keong ini sudah siap bertelur lagi. Telur berwarna merah muda. Perkembangan cukup cepat, telur diletakkan pada batang padi yang tidak tegenang air (Moch Sodiq; Tri Mujoko, 2017).

Untuk mengurangi dampak tersebut maka petani juga perlu mengambil dan memusnahkan telur keong mas tersebut.

Salah satu petani yang berasal dari jawa  membagikan ilmunya ke media sosial diakun grup Tani Organik Alami (TOA) bagaimana memanfaatkan telur keong mas menjadi pupuk penyubur tanaman. Kandungan protein yang tinggi dapat menghasilkan probiotik untuk mempercepat proses fotosintesis tanaman.

Pada mulanya petani menggunakan telur ayam sebagai bahan utamanya. Lama fermentasi 14-30 hari.  Dalam beberapa eksperiman banyak ditemui kegagalan. Sebab Probiotik ini akan berubah warna. Dari warna putih berubah menjadi warna merah. Jika tidak berubah warna maka probiotik tersebut gagal. Biaya yang di keluarkan pun cukup banyak.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2