Kafe Sawah, Tempat Ngopi Penuh Sensasi di Baturapa, Bulukumba

Publish by -108 kali dilihat
Penulis: Idris Makkatutu
Kafe Sawah, Tempat Ngopi Penuh Sensasi di Baturapa
Kafe sawah, baturapa/foto-Idris

Siapkan uangmu lima ribu rupiah dan nikmatilah kopi di tengah hamparan sawah

Klikhijau.com – Jelang malam, dua hari lalu. Saya kembali mengunjungi kafe sawah yang terletak di Baturapa tersebut. Itu kunjungan saya yang kedua kalinya.

Kunjungan pertama, bunga matahari yang ditanam di lokasi kafe sawah belum mekar. Dan pada kunjungan saya yang kedua, bunga warna kuning itu telah mekar memesona.

Kafe sawah terletak di Baturapa, Kelurahan Borongrappoa, Kindang, Bulukumba. Dinamai kafe sawah karena terletak di tengah hamparan sawah.

Awalnya, menurut Darwis, yang menjadi pencetus Kafe sawah hanyalah rumah-rumah sawah berbentuk jamur terbalik, yang dulu lebih di kenal dengan rumah jamur.

KLIK INI:  Taman Hutan Raya Nipa-Nipa Kendari dan Potensi Istimewa di Baliknya

Kehadiran rumah jamur ternyata menjadi daya bagi masyarakat setempat, khususnya pemuda yang banyak datang berfoto ria untuk keperluan “media sosial”.

“Kafe ini belum cukup setahun, dulu hanya berupa rumah sawah, tapi banyak yang usulkan agar membuat kafe, maka jadilah kafe ini,” ungkap Darwis.

Ia mengakui ide pembuatan kafe sawah berasal dari pengunjung, yang ia tangkap baik. Darwis, mengaku menggunakan dua petak sawah untuk membuka kafe tersebut.

Ketika kunjungan saya yang pertama, selain bunga matahari belum mekar, juga belum ada rumah-rumah kecil tempat karaoke bagi pengunjung yang ingin mengetes suaranya.

Tempat nongrong anak muda

Saat ini, kafe sawah menjadi tempat nongkrong kaum anak muda di Bulukumba, khususnya di wilayah Kindang dan sekitarnya.

Pengunjungnya bukan hanya masyarakat setempat, tapi juga sering di kunjungi pengunjung dari luar Kecamatan Kindang.

KLIK INI:  Di Pulau-Pulau Ini, Anda akan Takjub Melihat Kehidupan Alam Liar

“Pengunjungnya ada juga dari luar Kecamatan Kindang, biasanya saya buka hingga jam dua belas malam,” ungkapnya.

Mahdi misalnya, menjadikan tempat tersebut sebagai lokasi “janjian” untuk bertemu temannya untuk membahas sesuatu, semisal ada kegiatan.

Sementara Inna, hampir setiap hari berkunjung untuk menikmati kopi yang harganya cukup terjangkau, hanya lima ribu rupiah.

Di kafe sawah, kamu bisa menikmati aroma lumpur sawah yang melenakan, juga bisa merasakan hembusan angin sepoi yang menggemaskan.

Namun, jika kamu berkunjung di malam hari, sebaiknya seruput kopimu lebih cepat, sebab hawa dingin di kafe sawah akan membuatnya lebih cepat dingin dari biasanya

……… Kafe sawah berkonsep terbuka……….

KLIK INI:  Pulau Komodo dan Pulau Galapagos Jajaki Kerjasama Konservasi dan Pariwisata
Editor: Idris Makkatutu

KLIK Pilihan!