Tandabaca, Sepotong Surga yang Diletakkan di Desa Kindang

Klikhijau.com - Jika dari Kota Bulukumba dan kamu bergerak ke arah barat. Kamu akan temukan satu desa, namanya Desa Kindang. Mata pencaharian penduduknya didominasi oleh petani. Ada dua komoditi unggu...

Tandabaca, Sepotong Surga yang Diletakkan di Desa Kindang
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Dari segi bahasa, Tandabaca adalah bahasa universal yang digunakan di Indonesia, hampir semua daerah di nusantara, tak memiliki padanan kata ini, tanda baca, ya tanda baca saja. Tidak ada kata lain untuk menamai pemberhentian bacaan atau tulisan.

Sederhananya, dalam hidup, kita membutuhkan Tandabaca, entah itu titik atau koma atau tanda baca lainnya sebagai ruang refleksi apa hanya perlu jeda atau memang harus berhenti, khususnya melakukan hal-hal yang kurang baik, membuang sampah sembarangan, misalnya.

Mudah dijangkau

Tandabaca terletak di atas bukit dengan ketinggian 900 mdpl. Meskipun tempatnya terdapat di puncak bukit, namun akses masuknya sangat mudah di jangkau.

Di pinggir jalan, kamu akan melihat papan penunjuk bertuliskan Tandabaca. Dibuat dari papan kecil yang disanggah sebatang bambu. Untuk sampai ke lokasi, kamu cukup berjalan menyusuri sepanjang jalan setapak yang mengarah ke atas bukit itu.

Pengembangan taman wisata ini juga bertujuan untuk memberikan tempat dan ruang edukasi untuk anak-anak sekolah maupun masyarakat setempat. Juga sebagai usaha untuk penyestabilitas perekonomian penduduk, di mana mereka bisa menggunakan taman wisata ini sebagai roda penggerak dan penghasil UMKM.

Selain itu, jika berkunjung  kamu juga dapat berkenalan dengan pohon cengkeh, kopi hingga porang yang belakangan ini menjadi salah satu komoditas andalan penduduk Desa Kindang.

Tidak hanya pohon cengkeh dan kopi, jika kalian menengok ke sebelah kanan, kamu akan akan disuguhi pemandangan sawah dengan pematang khas bertumpuk-tumpuk yang sangat eksotis dipandang mata. Pemandangan sawah ini akan semakin terlihat memesona bila berada di atas rumah pohon yang diberi nama Binara Cinta Kaisah Ayatulauni.

Meskipun terkesan sedikit sempit, hanya memiliki panjang sekitar 60 meter dan lebar 22 meter. Tandabaca telah menyiapkan beragam fasilitas, ada panggung, WC, listrik, sehingga akan nyaman dan aman jika melakukan kegiatan, semisal camp.

Hanya saja, jika kamu ingin camp, hal yang perlu disiapkan adalah selimut dan jaket, sebab cuaca di Tandabaca cukup menggigilkan, belum lagi curah hujan di Desa Kindang cukup intens berkunjung.

Saat ini belum terlalu banyak spot foto yang menunjang penampilannya, namun perlahan dan pasti Tandbaca tetap berbenah. Beberapa pembangunan dan pengembangannya terkendala dengan curah hujan tinggi yang menyebabkan bangunan cepat lapuk. Apalagi biaya pembangunan masih mengandalkan dana pribadi  tanpa  bantuan dan donasi dari pihak-pihak terkait.

Bekerja sosial memang seharusnya tidak mengharapkan apa pun, bukan?


Oya, jika kamu ingin berkunjung ke Tandabaca, ada empat jalur yang bisa ditempuh, yakni dari arah Bantaeng, tepat di depan SMA Tompobulu, Teko, Bontomanai dan jalur Sinjai melewati Desa Kahayya.

Jika kamu ragu bakal tersesat, kamu bisa mengandalkan google maps, kamu akan temukan TANDA BACA, delapan huruf itu menggunakan huruf kapital atau kamu bisa bertanya ke penduduk setempat, dan rasakan sensasi keramahannya.

Jadi, selamat berkunjung, selamat memanen sensasi hijau di Tandabaca, sepotong surga yang diletakkan di Desa Kindang.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2