Tanaman Hias Indonesia Semakin Menghiasi Pasar Luar Negeri

Klikhijau.com – Daya tarik tanaman hias tidak pernah meredup. Peminatnya dari hari ke hari terus bertambah. Bahkan permintaan tanaman hias di pasar luar negeri atau mancanegara terus menanjak. Temb...

Tanaman Hias Indonesia Semakin Menghiasi Pasar Luar Negeri
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Daya tarik tanaman hias tidak pernah meredup. Peminatnya dari hari ke hari terus bertambah. Bahkan permintaan tanaman hias di pasar luar negeri atau mancanegara terus menanjak.

Tembusnya pasar mancanegara membuat prospek tanaman hias semakin cerah. Hal ini pula menjadikan para pembudidaya tanaman yang dapat memanjakan mata ini “terancam kaya”.

Prihasto Setyanto, selaku Direktur Jenderal Hortikultura mengungkapkan bahwa peminat tanaman hias didominasi oleh Eropa, kemudian menyusul Amerika, Jepang, Taiwan, Korea, Uni Emirat Arab, dan Eropa Timur.

Tidak hanya itu, Prihasto juga mengungkapkan selama kurung waktu 2020 hingga 2022 ekspor tanaman florikultura terus menanjak secara signifikan.

Naik dua kali lipat

Berdasarkan data, pada bulan Januari hingga bulan Juli periode 2020-2022, jumlah ekspor tahun 2020 berada di angka 2,980 juta kg, kemudian meningkat menjadi 3,414 juta kg di tahun 2021, dan  tahun 2022 mengalami peningkat sebesar 4,468 juta kg.

“Jadi, ini naik hampir dua kali lipat,” ujarnya.

Prihasto mengatakan, hanya dalam kurun waktu bulan Januari sampai Juli 2022, nilai ekspor tanaman hias sudah mencapai angka yang menggembirakan, yakni Rp1,3 triliun.

“Baru 7 bulan, nilai ekspor tanaman hias sudah mencapai Rp 1,3 triliun yang berasal dari 207 jenis tanaman hias dan ratusan bahkan ribuan pohon sudah dikirim ke luar negeri,” katanya.

Prospek cerah tanaman hias sebagai bidang bisnis dapat  terus meningkat dan menarik. Bukan hanya bagi perusahaan pengekspor yang tertari, tetapi masyarakat luas juga. Selain itu, mengingat dampak inflasi, krisis energi dan situasi perang, permintaan pasar luar negeri sangat baik.

“Pasar dunia memiliki potensi besar untuk tanaman hias di Indonesia. Negara-negara Barat sedang mengalami krisis energi yang berujung pada penutupan banyak green house untuk menghemat listrik. Potensi ini dapat dimanfaatkan oleh para pedagang untuk memasok tanaman hias di sana,” jelasnya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2