Studi: Sejak 1950-an Kapasitas Terumbu Karang Menurun 50 Persen

Klikhijau.com -  One Earth belum lama ini menerbitkan sebuah studi baru. Studi itu mengungkapkan keadaan terumbu karang secara global telah bermasalah dan berdampak terhadap ekosistem. Para penelit...

Studi: Sejak 1950-an Kapasitas Terumbu Karang  Menurun 50 Persen
Bacakan Artikel

Klikhijau.com -  One Earth belum lama ini menerbitkan sebuah studi baru. Studi itu mengungkapkan keadaan terumbu karang secara global telah bermasalah dan berdampak terhadap ekosistem.

Para peneliti menetapkan kapasitas terumbu karang untuk menawarkan layanan ekologis. Saat ini telah menurun hingga 50 persen sejak tahun 1950-an.

Dilansir dari Inhabitat, sebuah Studi yang dilakukan oleh University of British Columbia menemukan,  terumbu karang menawarkan layanan ekologis utama, seperti penyediaan makanan dan perlindungan dari badai dan banjir.

Penyebab utama menurunnya terumbu karang menurut studi tersebut adalah  aktivitas manusia, seperti penangkapan ikan yang berlebihan, perubahan iklim dan perusakan habitat yang tidak bertanggung jawab atas penurunan kondisi karang.

Studi ini menawarkan pandangan komprehensif, pertama tentang bagaimana aktivitas manusia ini memengaruhi kemampuan terumbu karang untuk memberikan manfaat dan layanan penting bagi manusia.

Dr. Tyler Eddy, Penulis utama rekan penelitian di Institut UBC untuk Kelautan dan Perikanan (IOF), mengatakan bahwa terumbu karang harus dilindungi.

“Ini adalah panggilan untuk bertindak. Kami telah mendengar berkali-kali dari penelitian perikanan dan keanekaragaman hayati,” kata Eddy.

Upaya mendukung manusia

“Kita tahu terumbu karang adalah hotspot keanekaragaman hayati. Dan melestarikan keanekaragaman hayati tidak hanya melindungi alam, tetapi juga mendukung manusia yang menggunakan spesies ini untuk sarana budaya, subsistensi, dan mata pencaharian.”

Para peneliti menganalisis tren terumbu karang selama beberapa dekade menggunakan data dari berbagai survei dan penelitian. Menurut penulis senior Dr. William Cheung, profesor dan direktur IOF,

“Studi ini berbicara tentang pentingnya bagaimana kita mengelola terumbu karang. Tidak hanya pada skala regional, tetapi juga pada skala global, dan mata pencaharian masyarakat yang bergantung padanya,” ungkap Cheung.

Para peneliti juga mencatat penurunan yang signifikan terjadi karena aktivitas penangkapan ikan. Studi ini menemukan bahwa tangkapan ikan mencapai puncaknya pada tahun 2002 dan terus menurun selama bertahun-tahun. Tangkapan per unit usaha sekarang 60% lebih rendah dari tahun 1950.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2