Studi: Sejak 1950-an Kapasitas Terumbu Karang Menurun 50 Persen

Klikhijau.com -  One Earth belum lama ini menerbitkan sebuah studi baru. Studi itu mengungkapkan keadaan terumbu karang secara global telah bermasalah dan berdampak terhadap ekosistem. Para penelit...

Studi: Sejak 1950-an Kapasitas Terumbu Karang  Menurun 50 Persen
Bacakan Artikel

“Ini adalah panggilan untuk bertindak. Kami telah mendengar berkali-kali dari penelitian perikanan dan keanekaragaman hayati,” kata Eddy.

Upaya mendukung manusia

“Kita tahu terumbu karang adalah hotspot keanekaragaman hayati. Dan melestarikan keanekaragaman hayati tidak hanya melindungi alam, tetapi juga mendukung manusia yang menggunakan spesies ini untuk sarana budaya, subsistensi, dan mata pencaharian.”

Para peneliti menganalisis tren terumbu karang selama beberapa dekade menggunakan data dari berbagai survei dan penelitian. Menurut penulis senior Dr. William Cheung, profesor dan direktur IOF,

“Studi ini berbicara tentang pentingnya bagaimana kita mengelola terumbu karang. Tidak hanya pada skala regional, tetapi juga pada skala global, dan mata pencaharian masyarakat yang bergantung padanya,” ungkap Cheung.

Para peneliti juga mencatat penurunan yang signifikan terjadi karena aktivitas penangkapan ikan. Studi ini menemukan bahwa tangkapan ikan mencapai puncaknya pada tahun 2002 dan terus menurun selama bertahun-tahun. Tangkapan per unit usaha sekarang 60% lebih rendah dari tahun 1950.

[irp]

Tentang terumbu karang

Terumbu karang merupakan sekumpulan hewan karang. Mereka bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga yang lazim disebut zooxanthellae. Terumbu karang  masuk ke dalam jenis filum Cnidaria, yang tergolong kelas Anthozoa. Ia  memiliki tentakel.

Kelas Anthozoa ini terdiri dari dua Subkelas,  yaitu Octocorallia dan Hexacorallia atau Zoantharia. Keduanya ini dibedakan secara asal-usul, yakni morfologi dan fisiologi.

Koloni karang  terbentuk karena adanya campur tangan ribuan hewan kecil. Hewan-hewan itu  disebut Polip.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: