Simpur, Tanaman Unik dengan Buah yang Membuat Air Liur Meleleh

Klikhijau.com – “Saya pernah makan buah begini,” ujar Uga dengan sangat yakin sambil menunjuk foto buah simpur yang terpajang di layar laptop. “Dapat dari mana?” Tanya saya “bapak yang bawa sewa...

Simpur, Tanaman Unik dengan Buah yang Membuat Air Liur Meleleh
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Dilleniaceae sendiri adalah  famili dari semak cemara ataupun subsemak belukar. Genus Dillenia ini dilaporkan terdiri dari 100 spesies.

Tanaman dari  famili Dileniaceae ini banyak ditemukan di daerah Australia dan Asia Selatan dan Australia. Pohonnya mudah dikenali dan terlihat dari jauh, sebab memiliki perawakan besar dan tinggi yang bisa mencapai hingga 50 meter.

Simpur memiliki batang dengan diameter  berkisar antara 125 hingga 200 cm. Batangya  mempunyai sedikit percabangan dengan ketinggian  15 meter.

Pada permukaan batangnya bertekstur halus, sedikit retak, mengelupas dalam bentuk kepingan. Warna kulit kulit pohon tanaman dari  kelas  ini terlihat seperti campuran antara merah, coklat, dan abu-abu.

Pepagannya dalam tebal, ketika dipotong atau dikupas akan mendesis mengeluarkan getah seperti air, merah agak jambon atau kecokelatan.

[caption id="attachment_28672" align="aligncenter" width="650"]Simpur, Tanaman Unik dengan Buah yang Membuat Air Liur Meleleh Buah simpur-foto/Facebook[/caption]

Perihal daun, bunga  dan buah

Daun tanaman dari  divisi Magnoliophyta ini masuk kegolongan  daun tunggal. Daunnua  duduk dalam spiral di ranting.

Tanaman ini memiliki  ukuran yang relatif besar, berbentuk jorong dengan tepi daun yang halus. Daunnya juga memiliki tangkai dengan panjang mencapai 10-15 cm.

Karena daunnya  yang lebar itu membuatnya digunakan sebagai pembungkus nasi di beberapa daerah di Indonesia, (Mardawani, dkk 2021)

Warna daun tanaman ini  hijau berbentuk oval. Daunnya itu termasuk kategori daun besar dan keras yang tidak hanya dijadikan pembungkus makanan, tetapi juga dapat dimakan.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Yoga Prananda dkk (2015) pada bagian daun dari tanaman ini dipergunakan untuk mengobati penyakit malaria.

Selain itu, tanaman Dillenia indica L. ini juga  dilaporkan memiliki efek antifungi terhadap C. albicans, Aspergillus niger, dan Saccharomyces cerevisiae serta sebagai antiinflamasi.

Manfaat lain  daun dari tanaman ini adalah  dapat digunakan untuk mengobati penyakit usus, perawatan untuk batuk, perawatan penyakit diabetes militus,  dan konstipasi.

Bunga pada tanaman ini  dalam malai terminal atau di ketiak. Warnanya putih cerah dengan kelopak bunga yang berwarna hijau kekuningan yang terlihat mengagumkan.

Ukuran bunganya besar dan terlihat menyolok. Kelopak saling terpisah, berdaging dan menetap hingga menjadi buah.

Pada mahkota bunganya terpisah, namun adakalanya gugur dalam keseluruhan, putih atau kuning, kadang-kadang tak ada. Sementara benang sarinya banyak.

Buah dari tanaman kelas Magnolipssida  ini terdiri atas banyak bumbung, terlindung oleh daun-daun kelopak yang membesar (pseudocarp), tetap menutup atau membuka dalam bentuk bintang

Buahnya berbentuk bulat kecil berukuran diameter kurang lebih 1 cm.  Dalam setiap buah terdapat 6 hingga 7 biji berukuran kecil, berbentuk bulat, berwarna hitam.

Rasa buah dari tanaman ini seperti yang diungkapkan Uga, agak asam dan sedikit kelat atau rasa pahit, namun sangat aman dan enak dikonsumsi, apalagi jika dicocol ke dalam garam dalam suasan cuaca yang panas. Air liur akan akan meleleh.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2