Setangkai Bunga Surga

Langit Soppeng bergaris kelabu dan merah muda aneh yang meluntur--sebelumnya tidak pernah kulihat.  Ataukah mungkin hawa dingin yang sangat tajam hari ini yang mendistorsi penglihatanku. Aku mering...

Setangkai Bunga Surga
Bacakan Artikel

Langit Soppeng bergaris kelabu dan merah muda aneh yang meluntur--sebelumnya tidak pernah kulihat.  Ataukah mungkin hawa dingin yang sangat tajam hari ini yang mendistorsi penglihatanku.

Aku meringkuk dalam selimut, sembari mengira-ngira hari ini hujan akan kembali lagi menyapa dan menyapu ingatanku tentangmu pun tentang kita.

Aku terlalu tidak menyukai hujan, apalagi saat dia datang berkunjung atap-atap rumahku yang lubang pasti tak mampu mencegatnya masuk dan membanjiri rumah peninggalan orang tuaku.

Begitu pula air got yang melimpah ruah ke jalan jalan  berlari-lari, kejar-kejara. Terasa banyak bau, bau yang kuanggap misterius dan malas, bau tubuh yang rahasia, yang sulit kubandingkan dengan parfum harajuku milikku.

Sekarang Agustus, minggu pertama, minggu kemalasan yang tampak gelap pada latar belakang dirgahayu di bantaran kali Walenna'e.

***

Kutarik kerah jas lebih ke atas dan membelakangi angin, sudah lama sekali kami tidak di sini, ketika tiba-tiba pagi tadi dia memintaku menemuinya melalui pesan elektronik singkat. Sudah lama sekali sejak kami saling berhenti berbagi khayalan—ketakutan kami .

"Dari tadi? Maaf ya memanggilmu mendadak.

Seorang laki-laki memakai jas almamater universitas di kampungku ini, mengagetkan dari arah kemunculannya di balik semak-semak. Tempat ini memang jarang dikunjungi orang, kecuali mahasiswa-mahasiswi dan sekadar tenaga relawan.

Ya, tidak ada yang tertarik dan berminat membersihkan bantaran kali yang terkenal dengan buaya penunggu dan berbagai mitos lainnya.

Hanya beberapa aktivitas penambang pasir yang seakan bercerita akan pengerukan sungai yang menurutku sangat jauh dari sistem penambangan yang diizinkan pemerintah.

Sembari menutup kegelisahan dan kekagetan, kucoba melemparkan pandanganku jauh ke depan dan menjawab sekenanya, " Baru saja , tak apa. "

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2