Selamat Datang "Prawara", Elang Jawa Penghuni Baru Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Klikhijau.com - Namanya "Prawara" yang dalam bahasa Sansekerta bermakna paling terkemuka, ia adalah seekor elang Jawa (Nisaetus bartelsi). Prawara menjadi satu penghuni baru di Taman Nasional Gunung H...

Selamat Datang "Prawara", Elang Jawa Penghuni Baru Taman Nasional Gunung Halimun Salak
Bacakan Artikel

[irp]

Masa bersarang merupakan masa yang paling penting dalam siklus hidup burung elang Jawa untuk keberlanjutan populasinya. Karenanya, salah satu rencana aksi dalam upaya untuk meningkatkan tingkat kesuksesan perkembangbiakan (breeding success) elang garuda adalah dengan melindungi pohon sarang Elang Jawa yang aktif.

Peran penting elang jawa dalam ekosistem

Tak banyak yang tahu bahwa Nisaetus bartelsi memiliki peran penting dalam ekosistem dan itulah satu alasan rasional mengapa perlu dijaga. Di dalam ekosistem, sang elang bertindak sebagai indikator terjaganya suatu kawasan hutan. Secara umum habitat Elang Jawa berada pada hutan primer dan sebagian kecil hutan sekunder yang berdekatan/ berbatasan dengan ecotone.

Kawasan TNGHS yang merupakan hutan hujan tropis pegunungan terluas yang masih tersisa di Pulau Jawa diyakini sebagai hatitat terbaik dari jenis elang ini.

Tercatat mulai dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2021 telah ditemukan 12 (dua belas) sarang aktif Elang Jawa di kawasan taman nasional ini, yaitu; 9 (sembilan) sarang di kawasan Gunung Salak dan 3 (tiga) sarang di kawasan Gunung Halimun.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Tim Konservasi Elang Jawa Tanahalisa melakukan perlindungan dan pemantauan sarang Elang Jawa aktif secara rutin setiap tahun, yang dilakukan sejak akhir tahun 2020.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: