Selain Burung, 4 Satwa Liar Dilindungi Ini Juga Banyak Beredar di Pasar Ilegal Sulsel

Klikhijau.com – Satwa liar dilindungi yang banyak beredar di pasar ilegal khususnya di Sulawesi Selatan didominasi oleh jenis burung. Selain, burung ada 4 satwa liar lainnya yang juga perlu dikenali k...

Selain Burung, 4 Satwa Liar Dilindungi Ini Juga Banyak Beredar di Pasar Ilegal Sulsel
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Satwa liar dilindungi yang banyak beredar di pasar ilegal khususnya di Sulawesi Selatan didominasi oleh jenis burung. Selain, burung ada 4 satwa liar lainnya yang juga perlu dikenali karena termasuk kategori langka dan dilindungi.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan mencatat ada 4 jenis satwa liar dilindungi lainnya yang banyak dijumpai di pasar ilegal. Yuk kenali dengan mengamati ciri dan sebarannya!



  1. Anoa dataran rendah



[caption id="attachment_1085" align="alignnone" width="800"]Anoa, Kisah dan Habitatnya yang Terancam Punah Anoa Sulawesi[/caption]

Anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis) tersebar di Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan.

Jenis ini menghuni hutan dataran rendah pada ketinggian 0-1000 meter di atas permukaan laut. Dapat ditemui mulai dari hutan pantai sampai hutan pegunungan. Dapat pula dijumpai di hutan yang berbatasan langsung dengan kebun.

Ciri-ciri anoa dataran rendah antara lain: warna tubuh hitam kecoklatan sampai hitam legam dan rambut lebih jarang. Panjang badan 1600 -1720 mm, tinggi pundak 690-300 mm dan bobot badan 150-300 kg. Ekor relatif lebih panjang yaitu 180-310 mm.



  1. Anoa gunung



[caption id="attachment_14843" align="alignnone" width="448"]satwa liar anoa guung Anoa gunung - Foto/Twitter.com[/caption]

Anoa gunung (Bubalus quarlesi), tersebar di Pulau Sulawesi dan Pulau Buton. Jenis ini hidup di hutan-hutan yang lebat. Dekat dengan aliran air/sungai, danau, rawa-rawa, sumber air panas yang mengandung mineral dan di sepanjang pantai.

Warna rambutnya coklat kemerahan, tebal, agak ikal/keriting mirip rambut domba. Warna kaki menyerupai warna bagian tubuhnya. Tanduk melengkung dan tidak beratur, sedangkan ekornya relatif lebih pendek.



  1. Monyet dare



[caption id="attachment_14844" align="alignnone" width="448"]satwa liar monyet dare Monyet dare - Foto/BBKSDA Sulsel[/caption]

Monyet dare (Macaca maura) hidup di hutan primer atau sekunder seperti di Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung (TN Babul) Kabupaten Maros-Pangkep yang memiliki ekosistem karst.

Panjang tubuh sekitar 500-690 mm, panjang ekor 30-35 mm dengan berat berkisar antara 5 hingga 6 kg. Warna rambutnya bervariasi, mulai dari coklat muda hingga coklat kehitaman dengan warna pucat di bagian tunggingnya. Bantalan tunggingnya berwarna hitam dan berbentuk oval.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2