Sejarah Singkat Pengendalian Hama dari Masa ke Masa yang Menarik Diketahui

Klikhijau.com โ€“ Pengendalian hama menjadi satu aksi tanpa akhir yang dilakukan manusia dalam aktivitas pertanian dan bercocok tanam. Sepanjang sejarah bercocok tanam oleh petani di seluruh penjuru...

Sejarah Singkat Pengendalian Hama dari Masa ke Masa yang Menarik Diketahui
Bacakan Artikel

Selama periode ini, pendekatan terhadap pengendalian hama mulai mencerminkan pengetahuan biologis lebih besar, meskipun pada beberapa kasus efektivitasnya masih sangat terbatas.

Reamur (1683-1756) membicarakan arti penting hubungan inang dengan parasit dalam ledakan populasi hama dan menyarankan penggunaan serangga entomofaga (serangga pemakan serangga), terutama lacewings (serangga musuh alami) untuk membebaskan rumah kaca (green house) dari kutu daun.

[irp]

Untuk selanjutnya, Linnaeus menyarankan pemanfaatan kumbang tanah, kepik, lacewings dan parasit untuk mengendalikan hama secara biologis. Penyediaan kotak-kotak sarang burung pemakan serangga (insektivora) di perkebunan dan hutan umum dilakukan di Jerman di awal tahun 1800.

Pada awal abad ke-18 juga dapat dilihat penemuan dan pengenalan insektisida botani di Eropa misalnya: pyrethrum, derris, quassia yang semuanya dikenal sebagai insektisida yang efektif.

Sementara, bahaya penggunaan bahan-bahan beracun mulai dikenal sekitar tahun 1700. Sebagai catatan, pada tahun 1786, Perancis melarang penggunaan arsenik dan air raksa lebih lanjut dalam perlakuan benih.

Pada 1750-1880 di Eropa adalah periode revolusi pertanian. Era ini ditandai pula dengan adanya ledakan masalah hama. Seiring dengan hal itu, muncullah kebutuhan yang mendesak untuk menyempurnakan teknik-teknik pengendalian hama.

[irp]

Cara-cara yang dianjurkan berkisar pada antara lain penangkapan dengan tangan, pemanfaatan musuh alami serta penggunaan racun dan senyawa berbahaya lainnya.

Lalu, pada akhir pertengahan abad ke-19 dua jenis hama menghancurkan industri anggur Eropa yakni epidemi penyakit embun bubuk dan masuknya serangga phylloxera dari Amerika.

Pemecahan masalah ini menandai adanya titik populasi hama pertama yang melibatkan usaha manusia sebagai pemegang utama pengendalinya.

Perkembangan di awal abad ke-20

Di awal tahun 1900-an, semakin banyak ilmuan dan praktisi yang secara aktif bekerja sebagai ahli serangga, ahli patologi tumbuhan dan spesialis pengendali hama lainnya.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: