Sehari dalam Seminggu Tanpa Nasi, Bisakah?

Klikhijau.com – Orang Indonesia umumnya merasa belum makan bila tak jumpa nasi. Apa boleh buat, nasi sudah jadi bestie sejati. Padahal, selain nasi ada banyak sumber-sumber makanan pokok alternatif...

Sehari dalam Seminggu Tanpa Nasi, Bisakah?
Bacakan Artikel

Kita tahu bahwa Indonesia sangatlah kaya dengan sumber-sumber pangan lokal. Bahkan di setiap daerah ada pangan khas lokal yang mungkin sudah terlupakan. Pangan lokal tersebut berkaitan erat dengan kebudayaan dan kearifan lokal. Termasuk karena ketersediaan pangan lokal itu memang melimpah.

Menemukenali pangan lokal

Orang-orang tua terdahulu di Sulawesi misalnya bahkan sangat akrab dengan olahan sagu yang tak kalah lezatnya. Mulai dari kapurung, cendol hingga ongol-ongol dan banyak lagi. Demikian pula dengan makanan olahan berbahan dasar ubi kayu, ubi jalar, keladi dan umbi-umbian lainnya. Nenek moyang kita terbilang peracik makanan yang hebat. Dengan bumbu terbatas dan olahan sederhana, makanan khas panganan lokal menjadi satu lebih dahsyat dari makanan restoran.

Sayangnya, sumber-sumber pangan lokal kita tergerus oleh hegemoni beras. Sebagian besar dari kita bahkan sudah tidak tahu dengan pangan lokal, terutama karena lidah kita tak akrab dengannya. Poin yang ingin disampaikan disini adalah kesadaran untuk mengurangi porsi makan nasi, tidak saja sehat tetapi juga satu upaya kecil membangkitkan kesadaran akan potensi pangan lokal.

Dengan mengakrabkan lidah kita pada pangan lokal, kita akan membangun upaya bersama mendukung kehadiran kembali komoditi pangan lokal. Ini juga perlu perhatian khusus, katakanlah sagu yang kini terancam eksistensinya akibat populasi meningkat. Sagu ditebang demi perumahan, sementara tidak ada upaya serius dalam hal budidaya sagu. Demikian pula dengan sorgum yang juga penting ditanam kembali sebagai pangan alternatif.

Sampai di sini, Sahabat Hijau sudah terbayang dengan gerakan sehari dalam seminggu tanpa nasi? Ayo kita mulai langkah kecil ini! Berat, ia. Tapi, sekali lagi tidak mustahil bisa dilakukan. Sembari menjalankannya, kita juga perlu menggali secara terus menerus mengenai pangan lokal. Dukungan dari aspek kebijakan tentu pula diperlukan. Ayo!

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2