Sagu, Pangan Pengganti Nasi yang Kaya Manfaat bagi Kesehatan

Klikhijau.com – Sagu telah menjadi bahan utama bagi satu kuliner khas Sulawesi Selatan. Kuliner itu adalah kapurung. Tapi, pada kesempatan ini, kita tak akan membincangkan kapurung. Kita akan membi...

Sagu, Pangan Pengganti Nasi yang Kaya Manfaat bagi Kesehatan
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Padahal dengan memakannya secara teratur akan membuat badan menjadi sehat, kuat, dan lingkungan lestari.

Itu karena biasanya pada areal yang ditumbuhi tanaman ini pasti akan tersedia air. Di samping itu daunnya juga dapat berfungsi untuk menangkap emisi karbon dan penyedia oksigen. Dengan demikian dapat membantu dampak negatif perubahan iklim global.

Sedangkan menurut Intagram resmi Kementerian Pertanian, setidaknya ada 5  manfaatnya bagi kesehatan manusia, yakni melindungi sistem percernaan, mengobati asam lambung, sumber energi bagi tubuh, membantu tulang dan sendi lebih kuat, membantu menjaga kestabilan suhu tubuh, dan dapat mengatasi darah tinggi.

Proses panjang

Hanya saja untuk mendapatkan tepung dari tanaman yang menyukai air ini tidaklah mudah, karena harus memalui proses panjang yang melelahkan. Semua harus berawal dari pohonnya dengan kualitas baik, pohon inilah yang harus ditebang terlebih dahulu.

Setelah itu kulit batangnya dikupas dan diambil daging batangnya. Daging batang ini dipotong-potong untuk kemudian dicuci dan disaring.Proses penyaringan ini dilakukan berulang hingga mendapatkan tepung sagu.

Masyarakat Indonesia, khususnya bagian timur, termasuk Sulawesi Selatan.  Telah menjadikan tepung ini sebagai bahan pangan yang memiliki penggemar yang banyak.

Apalagi tepung ini telah banyak dikenal dalam berbagai bentuk produk, di antaranya papeda, sagu lempeng, sagu tutupala, sagu uha, sinoli, bagea, dan kapurung.

Dalam industri pangan, tepung sagu juga telah digunakan sebagai bahan campuran produk mie soun, roti, dan bakso (Setyabudi, 2013)

Susi Heryani dan Rhoito Frista Silitonga (2017) mengungkapkan jika sagu terbukti memiliki kandungan kalori yang tidak kalah dibanding dengan bahan pangan lainnya.

Untuk saat ini, sagu masih belum banyak berbicara di level nasional apalagi internesaional. Mungkin karena anggapan yang dimaksud oleh Bambang bahwa masyarakat yang mengkonsumsinya dianggap berada pada level kelas ke dua.

Namun dengan asupan teknologi tepat guna yang didukung kontinuitas pasokan tepung sagu, keuntungan dari agroindustri tanaman ini dipastikan akan terus membesar untuk masa mendatang (Jong & Widjono 2007).

Sangat mungkin di masa depan, sagu akan jadi andalan sebagai  pangan pengganti nasi atau beras. Apalagi saat ini  semakin banyak sawah  ditanami gedung. Hal itu membuka peluang bagi tanaman ini untuk muncul sebagai pangan yang akan jadi pilihan banyak orang.

[irp

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2