Saga, Tanaman Liar dengan Segudang Manfaat untuk Kesehatan

Klikhijau.com – Saga, tanaman ini menyandang nama latin Abrus precatorius. Ia termasuk tanaman yang mudah beradaptasi pada medan yang rendah dan tinggi. Ia bisa bisa tumbuh baik pada ketinggian 300...

Saga, Tanaman Liar dengan Segudang Manfaat untuk Kesehatan
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Sebagai tanaman obat, saga telah banyak digunakan dalam pengobatan tradisional di banyak negara. Ia diyakini ampuh mengobati epilepsi, sariawan, dan demam.

Ferny Indrayati, dkk (2016) mengungkapkan jika tanaman ini mengandung  flavonoid, bagian antena dari saga mengandung isoflavanquinone dan abruquinone B. Bagian ini aktif sebagai antitubercular. Sedangkan antiplasmodial dan abruquinone G (2)   aktif sebagai antiviral dan punya sifat toksisitas .

Eri Widianto, dkk (2020) menemukan jika  saga  memiliki khasiat pengencer dahak (mukolitik). Itu karena daunnya memiliki efektivitas sebagai obat batuk.

Kandungan daunnya ini bekerja memacu sekresi mukosa dan trakea. Bukan hanya itu, Eri Widianto juga menemukan jika saga mempunyai indikasi untuk pencegahan dan penyembuhan sariawan, sakit tenggorkan, dan radang amandel.

Maka tidak heran, jika tanaman ini menjadi salah  satu tumbuhan yang dapat digunakan sebagai antibakteri.

Apalagi ekstrak daun saga memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus pyogenes yang merupakan bakteri penyebab radang tenggorokan.

Selain berfungsi sebagai tanaman obat, saga juga bisa manfaat  secara ekologis, skala rumah tangga hingga kebutuhan industri.

Bisa jadi gel dan pasta gigi

Penggunaan tanaman obat secara tradisional, terkadang menimbulkan rasa tidak nyaman bagi penggunanya.

Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi untuk mengubah tanaman obat menjadi obat yang lebih “modern”. Hal ini bertujuan untuk menarik minat masyarakat menggunakannya dengan perasaan yang lebih bersahabat.

Saga, tidak hanya bisa digunakan secara tradisional sebagai obat. Namun, bisa disulap menjadi gel, khususnya untuk mengobati sariawan.

Hal ini telah diteliti oleh Ratih Dyah Pertiwi, dkk (2016) lalu. Mereka menemukan fakta bahwa ekstrak daun saga dapat berfungsi sebagai zat aktif pada sediaan gel sariawan dengan konsentrasi 5%., hal ini ditunjukkan dengan adanya diameter daerah hambat terbesar terhadap bakteri Staphylococcus aureus.

Gel sendiri adakag  sediaan sistem semi padat terdiri dari suspensi yang dibuat dari partikel anorganik yang kecil atau molekul organik yang besar, terpenetrasi oleh suatu cairan.

Nah, gel daun saga merupakan sediaan gel untuk pemakaian oral dalam mukosa mulut dengan bahan dasar gel yang bersifat hidrofilik dengan bahan baku utamanya yaitu ekstrak daun saga. Selain jadi gel, daun saga juga bisa dijadikan pasta gigi.

Melihat potensi tanaman saga yang begitu besar. Sudah selayaknya dibudidayakan demi menjaga kelestariannya, demi mendapatkan obat alami yang tidak mengandung zat kimia.

Saatnya kembali menengok potensi yang disediakan alam untuk dimanfaatkan, khususnya demi menaklukkan berbagai penyakit yang menyerang tubuh manusia.

Semoga bermanfaat!

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2