Walhi: Pembangunan Kereta Gantung di Rinjani Perparah Kerusakan Alam

Publish by -20 kali dilihat
Penulis: Redaksi
Walhi: Pembangunan Kereta Gantung di Rinjani Perparah Kerusakan Alam
Gunung Rinjani dan sabana di kaki gunung/Foto-wikipedia

Klikhijau.com – Tidak perlu capek mendaki, akan ada kereta gantung di kawasan Gunung Rinjani. Yah, kereta gantung akan dibangun Mei mendatang sebagai wahana baru menikmati keindahan alam Rinjani.

Berkembangnya rencana pembangunan kereta gantung di Rinjani ini ditentang kalangan aktivis lingkungan. Direktur Eksekutif Daerah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) NTB, Murdani menyatakan menolak rencana tersebut.

Saat ini, kawasan Rinjani sedang mengalami kerusakan yang sangat parah karena perambahan hutan, penebangan liar, hingga alih fungsi lahan. Pembangunan tersebut akan memperparah kerusakan lingkungan di sana.

Perusakan itu setiap tahun berakibat pada munculnya berbagai bencana seperti banjir bandang dan kekeringan.

KLIK INI:  11 Kontainer Kayu Ilegal Senilai 3,5 Milyar Disita Gakkum KLHK di Lombok Timur

Gunung Rinjani sebagai sumber kehidupan masyarakat Pulau Lombok harus tetap dijaga kelestarian alamnya.

“Jelas akan terjadi perubahan bentang alam yang signifikan. Apalagi luasan areal yang akan diminta izinnya lebih dari 500 hektare,” ungkap Murdani beberapa waktu lalu seperti dikutip dari Kompas.com.

Murdani mengatakan, proyek pembangunan kereta yang melalui Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batu Kliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah ini, terkesan tergesa-gesa.

Sampai saat ini, belum ada studi kelayakan dan analisi dampak lingkungan kata Murdani. Sementara, pembangunan rencananya akan dilakukan pada Mei 2020.

Dikhawatirkan, ekosistem flora dan fauna di kawasan Gunung Rinjani akan terganggu, terutama di sepanjang jalur kabel dan tiang pancang kereta gantung tersebut. Selain itu, permasalahan sampah yang lebih serius di kawasan Rinjani bisa muncul.

“Saat ini saja pengendalian sampah di sekitar TNGR masih sulit diatasi. Apalagi setelah adanya kereta gantung yang membuat jumlah kunjungan meningkat, akan semakin sulit mengendalikan sampah,” ungkap Mardani.

Bukan hanya masalah lingkungan, para porter dan warga yang menggantungkan hidupnya dari pendakian rinjani juga terancam kehilangan mata pencaharian. Ini karena wisatawan yang menggunakan jasa mereka akan semakin sedikit.

KLIK INI:  Cerita Mengesankan dari Bank Sampah The Gade "Temba Nggela" Dompu NTB
Desakan menghentikan rencana pembangunan tersebut

Wacana pembangunan kereta gantung ini pernah diusulkan tahun 2013 lalu melalui Bupati Lombok Tengah. Tapi saat itu gagal dilaksanakan karena HGU dan pengelolaan hutan beralih ke provinsi.

Kini, rencana tersebut kembali muncul dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Ini adalah rencana yang mengejutkan kata Mardani.

Menurut Murdani, rencana pembangunan kereta gantung di Kawasan Taman Nnasional Gunung Rinjani (TNGR) tidak disertai dengan desain pembangunan (tata ruang).

Rencana ini juga tidak didahului dengan koordinasi kepada Kementerian LHK, TNGR, termasuk Walhi selaku pemerhati kelestarian alam dan lingkungan di daerah itu.

Karena itu, Walhi mendesak Gubernur NTB dan jajarannya menghentikan rencana pembangunan kereta gantung tersebut.

Rakyat tidak butuh itu karena kehidupan rakyat tergantung pada kelestarian alam Rinjani. Begitu kata Murdani.

KLIK INI:  Jadi Pionir Asia, Siapa Sangka Proper Lahir dari Pencemaran Lingkungan
Editor: Ian Konjo

KLIK Pilihan!