Tentang Pohon Gandaria, Si Penyimpan Air yang Tak Egois

oleh -120 kali dilihat
Tentang Pohon Gandaria, Si Penyimpan Air yang Tak Egois
Pohon dan buah gandaria-foto/Ist
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Pohon  gandaria merupakan tanaman buah tropik. Bisa tumbuh menjulang hingga mencapai  ketinggian 27 meter. Batangnya memiliki  diameter hingga 55 cm.

Dalam buku 100 Spesies Pohon Nusantara, Target Konservasi Ex Situ Taman Keanekaragaman Hayati yang ditulis Hendra Gunawan, Sugiarti, Marfuah Wardani, Nina Mindawati tahun 2019. Pohon dari ordo  Sapindales ini termasuk 100 spesies pohon Nusantara.

Namun meski begitu, Vilma L. Tanasale, (2011) mengungkapkan belum  banyak  yang melihatnya sebagai objek studi penelitian ilmiah. Itu dikarenakan  kelangkaannya di Nusantara ini.  Apalagi penyebarannya sangat jarang dijumpai di Indonesia.

Misalnya di Maluku, penyebarannya hanya dapat dijumpai pada beberapa  daerah saja, di antaranya   pulau Ambon.

KLIK INI:  Black Footed Cat, Kucing Liar Pemangsa dari Benua Afrika

Di pulau inilah yang menjadi sentra produksi terbesar pohon gandaria. Selebihnya tersebar di Kabupaten Maluku Tengah, khususnya di pulau  Seram Barat dan Saparua.

Masih menurut Vilma L. Tanasale Pulau Ambon merupakan daerah  yang ditumbuhi oleh jenis-jenis lokal pohon dari famili Anacardiaceae  ini.  Kehadirannya di pulau tersebut cukup melimpah, bahkan membentuk hutan yang telah dinobatkan sebagai hutan lindung.

Secara umum, pohon ini tersebar di  Ambon, Semenanjung Malaysia, Sumatera, Kalimantan, dan Jawa.

Penyimpan air

Papilaya, (2002) menyatakan pohon gandaria  merupakan pohon yang mendominasi di hutan daerah tangkapan air. Pohon ini sangat bermanfaat dalam hal menyimpan air dan melindungi daerah sekitar tangkapan air dari bahaya banjir dan erosi.

Pohon gandaria bukanlah pohon yang egois, yang hanya ingin hidup sendiri. Namun, ia bisa hidup berdampingan dengan damai bersama tanaman lainnya, semisal durian, salak, langsat, kecapi, manggis dan tumbuhan lainnya.

Titik pertumbuhannya juga cenderung bisa berdamai dengan banyak medan, karena bisa tumbuh di antara garis pantai  hingga daerah pegunungan. Ia bisa tumbuh  dengan baik dari ketinggian 5 hinggan 850 mdpl.

Pohon dari spesies Bouea macrophylla Griff ini memiliki tajuk yang rapat, dahan lebar memanjang, dengan ujung yang tumpul.

Bagi kamu yang ini memperbanyak pohon dari famili  Anacardiaceae ini. Kamu bisa melakukannya dengan cara generatif melalui biji, atau vegetatif dengan cangkok.

Pada bulan Juni-November menjadi waktu untuk berbunga. Buahnya akan masak saat memasuki bulan Maret-Juni.

Untuk lebih jelasnya berikut ulasan singkatnya mengena bagian-bagian pohon ini:

  • Daun

Pohon ini memiliki daun yang tunggal. Berbentuk bulat telur  lonjong sampai bentuk lanset atau bentuk pasak.

Ujung daunnya lancip (acute) sampai runcing (acuminate). Memiliki panjang tangkai daun 1 hingga 2,5 cm.

Saat masih muda daunnya berwarna putih. namun warna itu perlahan berubah ungu tua, kemudian menjadi hijau tua.

  • Bunga

Ciri bunganya  tersusun pada malai. Bunganya  muncul pada ketiak daun. Memiliki panjangnya 4 hingga12 cm.

Pada  bagian-bagian bunganya sebagaian besar berkelipatan empat. Ukurannya kecil. pada  cuping kelopak mahkotanya berbentuk lonjong dengan ukuran,  1,5 hingga 2,5 mm x 1mm.

Bunganya  berwarna kekuning-kuningan, namun dengan cepat akan berubah menjadi cokelat.

  • Buah

Daging buahnya berwarna kekuningan atau orange. Buahnya bertipe buah batu. Berbentuk agak bulat, daging buahnya kuning atau orange.

Ukuran buahnya kecil,  hanya  berdiameter ± 3 hingga 5 cm). Ketika masak akan berwarna orange atau kuning kemerahan  dan berair. Buahnya berbiji  cukup besar dan berkulit keras.

Daging buahnya tebal.  Rasanya ada yang manis dan ada yang masam.  Buahnya ini   sekeliling biji malahan sangat masam, meski walaupun buahnya sudah masak benar.

  • Batang

Pohon ini memiliki kulit kayu yang retak-retak. Warnanya  cokelat muda.  Batangnya seringkali memiliki ranting yang menggantung. batangnya tak berbulu. bentuknya bersegi empat atau pipih.

Manfaat  pohon gandaria

Pohon gandaria memiliki beragam manfaat. Kayunya dapat digunakan untuk membuat sarung keris dan papan. Daunnya yang masih muda dikonsumsi sebagai lalap.

Sedangkan buahnya yang telah masak rasanya dengan rasa asam manis bisa dikonsumsi langsung.

Untuk buah yang masih muda dapat dibuat rujak, sambal atau untuk olahan makanan lainnya, Tri Harsono (2017). Buahnya  mengandung vitamin C yang tinggi,  dan senyawa metabolit sekunder, yaitu sapo fenol.

Di Ambon buah gandaria menjadi komoditi yang  cukup diminati karena  dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dengan cukup baik.

Klasifikasi ilmiah
  • Kingdom : Plantae
  • Divisi : Magnoliophyta
  • Kelas : Magnoliopsida
  • Ordo : Sapindales
  • Famili : Anacardiaceae
  • Genus : Bouea
  • Spesies : Bouea macrophylla Griff.
KLIK INI:  Burung Kuntul Kerbau, Penyeimbang dan Pengendali Hama pada Ekosistem Persawahan