Peringatan Hari Pohon Sedunia, Sebuah Upaya Mencintai Kehidupan

oleh -10 kali dilihat
#PohonUntukKita Aksi Sederhana untuk Kita, Bumi, dan Masa Depan
Ilustrasi pohon danau - Foto/Pixabay

Klikhijau.com – Setiap tanggal 21 November di tahun berjalan. Menjadi hari istimewa bagi pohon. Sebab di tanggal itu dijadikan sebagai World Tree Day atau Hari Pohon Sedunia

Peringatan Hari Pohon Sedunia adalah upaya untuk menyadarkan kita akan pentingnya pohon dalam kehidupan ini. Sebuah usaha yang patut dilakukan untuk menunjukkan kecintaan kita terhadap Bumi dan kehidupan di dalamnya.

Kenapa demikian, karena pohon menawarkan banyak kehidupan, baik kepada manusia, satwa maupun kepada tetumbuhan.

Ide menetapkan satu hari dalam setahun sebaga hari pohon datang dari  aktivis dan tokoh Partai Demokrat Amerika Serikat (AS) yang bernama Julius Sterling Morton pada tahun 1872.

KLIK INI:  Hanya Ada di Sulawesi, Nasib Pohon Kalapi Semakin Memprihatinkan

Ide dari Morton perlahan tapi pasti  menyebar  ke seluruh dunia, bukan karena kampanye yang gencar, tapi karena kepentingan bersama yang melihat bahwa pohon adalah bagian penting dari kehidupan. Tidak hanya bagi manusia, tetapi bagi lingkungan sekitar.

Bukti kecintaan

Dengan adanya ide itu, maka kesadaran akan pentingnya pohon bisa terus terpupuk dan tumbuh subur di masyarakat.

Peringatan ini, biasanya diwarnai dengan aksi menanam pohon, tujuannya untuk  mengingatkan masyarakat terkait deforestasi yang masif terjadi di seluruh penjuru dunia.

Namun, selain aksi menanam pohon, aksi yang penting adalah bagaimana kita merawat pohon yang terus memberikan manfaat dan tetap lestari.

Maka, apa yang dilakukan setiap tanggal 21 November di tahun berjalan. Bukan hanya mengenang  dan menghormati jasa Morton, yang merupakan salah satu  aktivis lingkungan yang gigi  mengampanyekan adanya gerakan menanam pohon dan konservasi alam.

Namun, peringatan itu sebagai kampanye kecintaan kita kepada lingkungan, kepada semua makhluk— yang sekarang dan yang akan datang.

Apalagi tantangannya saat ini cukup besar, kecintaan kita terhadap lingkungan, terhadap pepohonan sedang diuji. Karena setiap hari, sesungguhnya kita tidak pernah alpa  kehilangan pepohonan. Parahnya lagi, pohon tidak mudah tumbuh. Ia tidak instan sehingga sulit untuk tergantikan dengan cepat.

KLIK INI:  Baznas Bulukumba Hijaukan Donggia di Hari Pohon Sedunia
Habitat terbaik pohon berguguran

Hutan, menjadi habitat terbaik bagi pohon menyebarkan manfaatnya bagi manusia, tumbuhan, dan satwa. Sayangnya habitat itu mulai berguguran. Dunia selalu saja kehilangan berhektar-hektar hutan setiap hari karena olah manusia yang melakukan penebangan.

Kerusakan hutan, yang menjadi “denyut” nadi dunia ini menyebabkan terjadinya cuaca ekstrem dan pemanasan global yang dampaknya cukup mengerikan.

Sesungguhnya, tidak pernah ada ruginya menanam dan menjaga pohon, selama pohon itu tidak membahayakan.

Karena setidaknya ada dua manfaat pohon yang bisa diserap tanpa tuntutan biaya darinya, yakni manfaat secara langsung dan tidak langsung.

Manfaatnya secara langsung langsung, yakni dapat  memberi keindahan dan kenyamanan, misalnya keteduhan, kesegaran dan kesejukan. Selain itu, juga dapat  dan menghasilkan bahan yang bisa berguna bagi manusia, semisal kayu bakar dan bahan bangunan.

KLIK INI:  Pohon-Pohon yang Andal Menyerap dan Menyimpan Air untuk Mencegah Banjir

Manfaat langsung lainnya, ada beberapa jenis pohon yang bisa manfaatkan sebagai obat dan ada pula yang bisa menjadi tanaman hias serta sebagai bahan makanan, seperti pohon buah.

Manfaatnya secara tidak langsung atau tidak kasat mata  adalah sebagai pembersih udara. Pohon sangat efektif membersihkan udara.

Pohon juga menjadi penjaga kelangsungan pemeliharaan fungsi lingkungan, baik untuk beserta flora maupun  fauna.

Selain itu, manfaat pohon adalah sebagai penghasil Oksigen (O2) sebanyak 1/2 Kg/Hari/Poh, penyimpan air dan penahan longsor dan erosi

Karena itulah, tanpa pohon  alam semesta atau ekosistem akan kacau balau. Maka dari itu, dengan adanya Peringatan Hari Pohon Sedunia, maka diharapkan kesadaran kita bisa bertumbuh untuk lebih mencintai pohon, melestarikan, dan merawatnya dengan penuh cinta.

KLIK INI:  Melacak Kendaraan yang “Tak Berdosa” sebagai Penyebab Polusi Udara