Mengintip Cara SD Negeri Borong Peduli Sampah

Publish by -17 kali dilihat
Penulis: Redaksi
Mengintip Cara SD Negeri Borong Peduli Sampah
Proses pembuatan baju dari plastik oleh guru/Foto-Ist

Peduli terhadap lingkungan bisa diterapkan melalui aktivitas daur ulang sampah

Klikhijau.com – Kata “peduli” itu bukan hanya sekadar jargon yang diucapkan tapi perlu contoh dan tindakan. Bahkan, bukan hanya murid-murid yang perlu diedukasi agar peduli, tapi juga para guru, termasuk soal penanganan sampah.

Bila guru telah peduli dan mengambil inisiatif dalam pengelolaan daur ulang sampah, niscaya akan lebih mudah menularkannya kepada murid-murid. Apalagi jika dikaitkan dengan Sekolah Adiwiyata, yang mesti menjadi tanggung jawab bersama untuk mewujudkannya.

Hal itulah yang menjadi alasan dilaksanakannya Pelatihan Pembuatan Baju Daur Ulang di SD Negeri Borong, Sabtu, 22 Februari 2020. Pelatihan yang dilakukan dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), 21 Februari lalu.

Pelatihan itu diikuti oleh sekolah-sekolah pada Gugus V se-Kecamatan Manggala. Sekolah dimaksud selain SD Negeri Borong, juga SD Inpres Borong, SD Inpres Batua 1, SD Inpres Batua 2, SD Inpres Tello Baru 2 dan SD Inpres Tello Baru 3.

KLIK INI:  Edukasi dan Literasi Lingkungan Ala SD Negeri Borong

Menurut Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG), Sahrina, tujuan pelatihan ini terkait dengan pemanfaatan daur ulang sampah untuk mewujudkan Adiwiyata. Prinsip dasar Sekolah Adiwiyata memang mencakup edukatif, partisipatif, dan berkelanjutan. Program pendidikan lingkungan hidup ini hendak membangun karakter peserta didik agar sejak dini mencintai lingkungan.

Sahrina, yang sehari-hari merupakan guru di SD Negeri Borong, menambahkan bahwa KKG yang dipimpinnya setiap minggu rutin mengadakan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas mereka sebagai pendidik.

Materi-materi yang pernah dilatihkan antara lain, penyusunan program KKG dan pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang diintegrasikan ke Adiwiyata.

Lakukan kreasi dan inovasi

Dalam pelatihan daur ulang sampah itu, para guru membuat baju dari bekas karung beras ukuran 25 kg. Trainer pelatihan ini adalah Hj St. Hanidah, guru SD Negeri Borong. Para peserta membuat baju secara berkelompok, terdiri dari dua orang. Keduanya merupakan guru kelas paralel dari sekolah yang sama, misalnya kelas 2A dan 2B, begitu seterusnya.

KLIK INI:  Usai Berkegiatan, Balai Gakkum Wilayah Sulawesi Bersihkan Pantai Bira

Daur ulang (Recycle) merupakan salah satu cara dari tiga cara yang mudah dan murah dalam penanganan masalah sampah. Cara lain, yakni Reuse atau menggunakan kembali dan Reduce atau mengurangi sampah.

Pendekatan 3R ini secara terus-menerus dilakukan sekolah, khususnya SD Negeri Borong. Pada saat keikutsertaan sekolah ini dalam peringatan HPSN 2020, tingkat Kota Makassar, yang diselenggarakan di Anjungan Pantai Losari, 23 Februari 2020, pendekatan 3R juga dipraktikkan dan diperlihatkan kepada para pengunjung.

Rosmiati, dan beberapa murid yang mewakili SD Negeri Borong menunjukkan cara pembuatan ecobrick. Ecobrick ini cara memberikan wadah baru bagi limbah plastik agar tidak sampai ke pembuangan akhir.

Kepala SD Negeri Borong, Dra Hj Hendriati Sabir, memotivasi para guru agar bersama murid-muridnya melakukan kreasi dan inovasi pengelolaan sampah yang fungsional sehingga sampah-sampah yang terbuang itu bisa dimanfaatkan lagi.

Motivasi itu diberikan bukan semata-mata karena sekolahnya tengah menuju Adiwiyata Nasional, tapi karena budaya bersih dan peduli lingkungan itu harus menjadi bagian dari keseharian setiap warga sekolah.

KLIK INI:  Aksi Bebas Sampah, Komunitas Ini Akan Jemput Sampah Di Rumah Warga
Editor: Idris Makkatutu

KLIK Pilihan!