Apa itu Presidensi G20 dan Apa Kaitannya dengan Isu Perubahan Iklim?

oleh -47 kali dilihat
Apa itu Presidensi G20 dan Apa Kaitannya dengan Isu Perubahan Iklim
Ilustrasi G20 - Foto: Kementerian Keuangan

Klikhijau.com – Apa itu Presidensi G20 (Group of Twenty) dan apa kaitannya dengan isu perubahan iklim? Pertemuan penting ini tentu menarik dipahami sebab jadi sorotan dunia internasional dan terutama karena digelar di Indonesia.

Lalu, siapa saja negara-negara yang hadir di forum G20? Seperti namanya, ada 20 negara yang menjadi anggota G20 antara lain: AS, Argentina, Brasil, Australia, Kanada, Meksiko, Turki, Indonesia, Korea Selatan, Jepang, China, Jerman, Inggris, India, Arab Saudi, Afrika Selatan, Italia, Indonesia, Prancis, Rusia, ditambah Uni Eropa.

Perlu dicatat bahwa Indonesia adalah satu-satunya negara di Asia Tenggara yang menjadi anggota G20. Indonesia menjadi members dari G20 sejak pertama kali dibentuk di tahun 1999. Pada tahun 2008, Presiden Indonesia untuk pertama kalinya diundang dalam KTT G20 di Amerika Serikat dan kini ditetapkan sebagai Presidensi G20 Tahun 2022.

Sejatinya forum internasional ini adalah representasi perekonomian dunia yang digawangi negara-negara maju dan memiliki peran strategis dalam ekonomi global.

Negara-negara yang tergabung di forum ini bahkan disinyalir menguasai 85% PDB dunia, 80% investasi global, 75% perdagangan dunia, dan 66% populasi dunia.

KLIK INI:  Bagaimana Kondisi Ekosistem Pesisir dan Laut Indonesia Saat Ini?

G20 sebenarnya tidak tidak memiliki sekretariat secara permanen. Karenanya, setiap tahunnya akan dipilih presidensi G20 atau tuan rumah secara konsensus pada KTT berdasarkan sistem rotasi kawasan.

Penetapan Indonesia sebagai Presiden G20 tahun 2022 dilakukan saat KTT G20 ke 15 di Riyadh, Arab Saudi pada 22 November 2020 lalu. Serah terima dari Presidensi G20 saat ini, yaitu Italia ke Indonesia akan dilakukan pada KTT G-20 yang akan dilaksanakan di Roma, Italia pada Oktober nanti.

Tiga fokus agenda

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan digelar di Bali adalah pertemuan ketujuh belas Kelompok Duapuluh (G20) mendatang. KTT tersebut dijadwalkan akan berlangsung di Bali pada bulan November 2022.

Ada sejumlah agenda penting yang menjadi pembahasan di Presidensi G20 dan beberapa di antaranya membahas mengenai isu perubahan iklim.

Dalam pertemuan G20, berlangsung dua jalur, yaitu Finance Track yang membahas isu-isu di bidang ekonomi, keuangan, fiskal dan moneter. Lalu, ada Sherpa Track yang membicarakan isu-isu ekonomi nonkeuangan, seperti energi, pembangunan, pariwisata, ekonomi digital, pendidikan, tenaga kerja, pertanian, perdagangan, investasi, industri, kesehatan, anti korupsi, lingkungan, dan perubahan iklim.

KLIK INI:  Mantan Menteri Lingkungan Hidup Bicara Soal Perubahan Iklim di Pascasarjana Unhas

Indonesia mengusung tiga fokus agenda dalam Presidensi G20 antara lain arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi digital, dan transisi energi yang berkelanjutan.

Agenda prioritas yang juga dibahas dalam Finance Track adalah sistem pembayaran di era digital terkait dengan transaksi perdagangan internasional antarnegara dan digital currency. Adapun keuangan berkelanjutan juga akan menjadi fokus pembahasan terkait dengan perubahan iklim.

Fokusnya lainnya adalah mengenai transisi menuju ekonomi hijau yang berkeadilan, terjangkau, adjust dan affordable.

Negara-negara G20 juga akan memperdalam kebijakan mengenai transisi ekonomi hijau dan bagaimana mengakses pasar terhadap investasi-investasi mengarah kepada green economy.

Di sisi lain, inklusi keuangan juga penting menjadi topik pembahasan dalam G20. Inklusi keuangan akan diaktifkan untuk membantu pendanaan UMKM.

Forum G20 digunakan sebagai ajang untuk berdiskusi dan berkoordinasi mengenai kebijakan makro dalam lingkup global. Adanya forum G20 ini berperan strategis untuk mendorong perkembangan ekonomi global yang kuat, berkelanjutan, seimbang dan inklusif.

KLIK INI:  Meningkatkan Perekonomian dengan Tidak Mengorbankan Lingkungan