Waspada, Ini Efek Samping dari 5 Tanaman Obat yang Sering Dikonsumsi!

Klikhijau.com – Tanaman herbal memang memiliki risiko yang lebih kecil ketika digunakan untuk perawatan dan pengobatan bila dibandingkan dengan obat kimia. Meski begitu, kamu harus tetap waspada denga...

Waspada, Ini Efek Samping dari 5 Tanaman Obat yang Sering Dikonsumsi!
Bacakan Artikel

Selain itu, konsumsi adas berlebihan dapat menimbulkan kesulitan bernafas, gangguan sistem saraf dan denyut jantung bekerja secara tidak normal. Konsumsi adas berlebih juga bisa menyebabkan sering buang angina dengan aroma yang mengganggu.


Daun katuk merupakan tanaman yang paling enak dikonsomsi sebagai sayuran. Tanaman satu ini paling banyak dikonsumsi oleh ibu menyusui karena memang bermanfaat untuk memperbanyak ASI.

Meski alami dan bisa dikonsumsi langsung dari alam, tak serta-merta tanaman ini tak memiliki efek samping. Dosis konsumsi yang berlebihan dan melampaui batas tetap saja akan menimbulkan risiko tertentu.

Pada daun katuk mentah bahkan memiliki kandungan racun yang berbahaya dan berpotensi menimbulkan dampak negatif. Diantaranya dapat menimbulkan gejala susah tidur (imsomnia), nafsu makan turun, hingga gejala sesak nafas.

Oleh sebab itu, tidak disarankan untuk konsumsi berlebihan daun katuk. Pada dosis berlebih yang dikonsumsi bahkan dapat menimbulkan dampak negatif pada paru-paru.

Pastikan mengolah dengan baik daun katuk sebelum dikonsumsi. Mencuci bersih daunnya dan memasaknya dengan benar. Ingat, jangan berlebihan memasaknya untuk sekadar kebutuhan konsumsi, meski daun ini dikenal sangat melimpah di alam.


Nah, tanaman obat satu ini barangkali yang paling populer dimanfaatkan masyarakat Indonesia. Manfaat jahe memang sangat luar biasa, baik untuk meningkatkan imunitas maupun untuk penyegaran.

Jahe juga sangat akrab sebagai bumbu dapur dan bahan minuman alami yang menghangatkan badan. Di balik manfaatnya yang menggiurkan dan familiar, rimpang ini ternyata punya efek samping.

Meski racun yang ada pada jahe tidak bersifat reaktif, namun tetap saja perlu diwaspadai lho Sahabat Hijau. Konsumsi jahe secara berlebihan dapat menimbulkan dampak buruk pada pencernaan. Gejala yang ditimbulkan antara lain sendawa berlebihan hingga rasa mulas.

Jahe juga berpotensi memicu pendarahan khususnya pendarahan internal pada pencernaan, meski kasus seperti ini jarang terjadi. Karenanya, bagi kamu yang sedang dalam proses pemulihan dengan obat pengencer darah, sangat tidak disarankan konsumsi jahe.

Oleh sebab itu, sejumlah pakar herbal menyarankan agar pemanfaatan jahe tidak dicampur dengan herbal lainnya. Pastikan mengetahui karakteristik tanaman lain yang dicampurkan sebelum mengolahnya agar tidak menimbulkan dampak negatif.



  • Mahkota dewa



Tanaman mahkota dewa begitu populer sebagai tanaman obat di tanah air. Khasiatnya mampu mengatasi ragam penyakit menahun.

Meski demikian, efek samping tanaman ini juga ada dan tentu patut diwaspadai. Bagian yang harus diwaspadai dari tanaman ini adalah bijinya. Biji mahkota dewa mengandung racun berbahaya bila dikonsumsi.

Efek yang ditimbulkan antara lain lidah seperti mati dan kaku serta menimbulkan demam. Oleh sebab itu, saat konsumsi mahkota dewa, pastikan tidak menyertakan bijinya.

Buah yang dipanen sebaiknya juga dikonsumsi dalam keadaaan masih segar. Hal ini karena bila dikonsumsi saat sudah tidak segar lagi dapat menimbulkan efek pembengkakan pada mulut, sariawan, mual, muntal dan lainnya.

Selain itu, konsumsi buah mahkota dewa terlalu sering tidak disarankan karena efek sampingnya bisa bahaya. Dalam dosis berlebihan, buah ini dapat menimbulkan sakit kepala kronis.

Tidak dianjukan pula untuk dikonsumsi bagi ibu hamil karena adanya kandungan hormon oksitosin dan sintosinon pada mahkota dewa yang dapat mengganggu kesehatan janin.



  • Bawang Dayak



Tanaman bawang Dayak juga sangat familiar sebagai tanaman obat dengan khasiat luar biasa khususnya melawan kanker. Meski tergolong herbal alami, kamu tetap perlu waspada dan hati-hati dalam konsumsi bawang Dayak.

Hal pertama dan paling utama adalah dosisnya yang tidak boleh berlebihan. Secara umum, efek samping dari tanaman ini sebenarnya tidak terlalu berbahaya, tetapi pada dosis tinggi bisa berdampak buruk.

Bahkan, efek terburuknya dapat menimbulkan kematian. Studi preklinis yang dilakukan oleh Armin Stefani  dari Sekolah Farmasi ITB mengungkap bahwa konsumsi 3,6 gram per kg bobot tubuh hewan yang jadi sampel menimbulkan kematian pada 50% hewan yang diujicobakan.

Oleh sebab itu, konsumsi bawang Dayak tetap harus dalam pengawasan dan konsultasi dengan pakar herbal.

Demikianlah, efek samping 5 tanaman herbal paling populer dimanfaatkan dalam keseharian. Mari mengenali kandungan tanaman herbal dan bijak memanfaatkannya!

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2