Selain Enak Dimakan, Kentang Ungu Juga Bisa Cegah Berbagai Penyakit

Klikhijau.com - Ada yang tak pernah berubah jika sedang berada di kampung halaman. Setiap pagi di atas meja selalu tersedia segelas kopi dan makanan. Seperti hari biasa, hari ini pun tersedia kopi...

Selain Enak Dimakan, Kentang Ungu Juga Bisa Cegah Berbagai Penyakit
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Ada yang tak pernah berubah jika sedang berada di kampung halaman. Setiap pagi di atas meja selalu tersedia segelas kopi dan makanan.

Seperti hari biasa, hari ini pun tersedia kopi dan ubi berwarna ungu. Rasanya begitu lezat. Apalagi dikonsumsi saat masih hangat.

Ubi ungu atau kentang ungu ini memang selalu menjadi bahan makanan pengganti nasi. Sebuah penelitian menyebut kentang ungu sangat kaya dengan serat dan protein, namun rendah kalori.

Tertulis di laman CNN Indonesia, ubi ungu memiliki karbohidrat yang lebih rendah dari nasi.

Umbi ini bisa diolah dengan cara direbus, dikukus, atau digoreng tapi lebih sehat jika direbus atau dikukus. Kentang yang dimasak memiliki rasa yang sedikit seperti kacang dan earthy.

Warna ungu alami dari umbi ini sendiri berasal dari konsentrasi antosianin yang dikandungnya. Memiliki kandungan serat yang tinggi, potasium, dan vitamin B, seperti dikutip dari Boldsky.

Kentang ungu juga memiliki kandungan antioksidan, empat kali lebih tinggi dari kentang biasa.

Dari kandungan-kandungan tersebut, umbi ini tentulah punya manfaat bagi kesehatan jika dikonsumsi. Simak manfaat kentang ungu berikut!

# Turunkan tekanan darah

American Chemical Society menyebut, phytochemical yang bernama cholorgenic acid pada kentang ungu membantu menurunkan tekanan darah.

Sementara, kalium yang diperoleh saat makan kentang ungu, berasal dari senyawa polifenol. Polifenol disebut berfungsi mirip obat penurunkan tekanan darah.

# Lancarkan sirkulasi darah dan cegah stroke

Tak disangka, makanan alami yang satu ini ternyata sering dikonsumsi sebagai terapi stroke. Kentang ungu bisa mengurangi kadar kolesterol yang menipiskan darah sehingga sirkulasi lancar dan tersuplai ke seluruh tubuh.

Penelitian yang terbit dalam Journal of Biochemical and Molecular Toxicology menemukan, asam klorogenik bisa menunda akumulasi penggumpalan darah yang bermuara pada stroke.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2