Sampah Plastik di Laut, Komponen Kunci Merancang Farmasi

Klikhijau.com – Plastik yang menghuni laut telah sangat meresahkan. Banyak biota laut yang telah terbunuh karenanya. Belum lagi yang telah menjelma menjadi partikel kecil bernama mikroplastik. Ukur...

Sampah Plastik di Laut, Komponen Kunci  Merancang Farmasi
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Plastik yang menghuni laut telah sangat meresahkan. Banyak biota laut yang telah terbunuh karenanya. Belum lagi yang telah menjelma menjadi partikel kecil bernama mikroplastik.

Ukurannya yang mini membuatnya mudah dimakan biota laut, ikan misalnya. Ikan-ikan tersebut kemudian dikonsumsi manusia lalu mikroplastik akan berpindah pula ke tubuh manusia.

Jika tak segera ditangani, sampah plastik di luat akan semakin tak terkendali, misalnya tahun 2050 mendatang, diprediksi bakal lebih banyak sampah plastik di laut daripada ikan.

Gambaran sampah di laut, khususnya plastik dapat dilihat dalam film pendek The Beauty. Film animasi berdurasi hanya 4 menit 14 detik itu menggambarkan bahwa sampah yang sampai ke laut bisa bernapas alias tak mati.

[irp]

Perihal semakin meresahkannya sampah plastik di laut, berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengatasinya.  Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Angewandte Chemie menemukan jika sampah plastik di lau bisa menjadi obat.

Tim peneliti dari University of Kansas (KU) tersebut menggunakan jamur tanah bernama Aspergillus nidulans. Hasilnya mereka berhasil mengubah sampah plastik yang sulit didaur ulang dari Samudera Pasifik menjadi komponen kunci untuk merancang farmasi.

“Apa yang telah kami lakukan dalam makalah ini adalah pertama-tama mencerna polietilen menggunakan oksigen dan beberapa katalis logam. Itu hal-hal yang tidak terlalu berbahaya atau mahal. Ini memecah plastik menjadi diacids,” jelas rekan penulis studi Berl Oakley, seorang profesor dari Biologi Molekuler di KU.

[irp]

Jadi senyawa aktif farmasi

Pada langkah kedua, rantai panjang atom karbon yang dihasilkan dari plastik yang membusuk diumpankan ke jamur Aspergillus yang dimodifikasi secara genetik, yang memetabolisme mereka menjadi berbagai senyawa aktif farmasi, termasuk asperbenzaldehyde, citreoviridin, dan mutilin.

Tidak seperti percobaan sebelumnya, jamur berhasil mencerna produk plastik dengan sangat cepat.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2