Sah Jadi Tanaman Obat di Tangan Kementan, Ini 11 Keajaiban Tanaman Ganja!

Klikhijau.com –  Tanaman ganja kini sah jadi tanaman obat komoditas binaan. Adalah Kementerian Pertanian (Kementan) yang membuat terobosan itu. Selama ini, tanaman ganja adalah tanaman meresahkan d...

Sah Jadi Tanaman Obat di Tangan Kementan, Ini  11 Keajaiban Tanaman Ganja!
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Ganja tak sendirian yang ditetapkan sebagai tanaman obat, total ada 66 jenis tanaman obat yang dibina Ditjen Hortikultura, di antaranya akar kucing, bakung, kratom, jahe, hingga wijaya kusuma.

Lalu apa manfaat ganja bagi kesehatan sehingga dimasukkan ke dalam tanaman obat binaan. Berikut ulasan singkatnya:



  • Mengatasi alzheimer



 The Journal of Alzheimer’s Disease pernah mempublikasikan sebuah studi tentang ganja, pada dosis kecil senyawa tetrahydrocannabinol dalam tanaman ganja.   Dapat memperlambat pembentukan plak amiloid yang membunuh sel otak dan bertanggungjawab atas penyakit alzheimer.


  • Meredam efek kemoterapi



Badan Pengawas Obat AS Food and Drug Administration sejak beberapa tahun telah mengizinkan terapi obat-obatan berbasis cannabinoid untuk pasien kanker yang menjalani kemoterapi.

Apalagi berbagai studi mengungkap ganja sangat efektif meredakan dampak samping kemoterapi, yakni rasa mual, muntah dan hilang nafsu makan



  •  Mencega serangan epilepsi



Pada tahun 2013, jurnal ilmiah, Journal of Pharmacology and Experimental Therapeutics mempublikasikan hasil penelitian Virginia Commonwealth University.

Pada penelitian itu  dimenemukan senyawa cannabinoids dalam tanaman ganja untuk mengatasi epilepsi.

Senyawa tersebut bekerja dengan mengikat sel otak yang bertanggungjawab mengatur rangsangan dan rasa tenang pada manusia.



  • Membunuh kanker



Senyawa cannabinoids mampu membunuh sel kanker dan memblokir sejumlah pembuluh darah yang dibutuhkan tumor untuk tumbuh.

Studi ini dipublikasikan di situs pemerintah Amerika cancer.org. Cannabinoids dipercaya  efektif mengobati penyakit kanker usus, kanker payudara dan kanker hati.



  • Redakan penyakit autoimun



Tahun 2014 lalu, peneliti dari University of South Carolina menemukan senyawa THC di dalam ganja mampu mengubah molekul dalam DNA yang bertanggungjawab mempercepat proses peradangan.

Karena itu ganja diyakini dapat meredakan penyakit autoimun. Penyakit ini adalah penyakit radang. Autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh manusia membunuh sel-sel sehat ketimbang memerangi penyakit.



  • Meringankan penyakit glaukoma



National Eye Institute di Amerika Serikat telah menyarankan penggunaan ganja untuk mengurangi gejala glaukoma dengan cara menghisapnya sehingga dapat meringankan tekanan pada saraf mata.

Glaukoma sendiri merupakan penyakit yang memicu pembesaran bola mata, kemudian menekan saraf mata dan menyebabkan gangguan penglihatan.



  • Meningkatkan kapasitas paru



Journal of the American Medical Association, Januari 2012 mempublikasikan sebuah studi yang mengungkapkan bahwa ganja tidak merusak fungsi paru-paru.

Studi itu menemukan hal tak terduga, yakni ganjai bisa meningkatkan kapasitas paru-paru. Kapasitas paru adalah kemampuan paru untuk menampung udara ketika bernapas.

Para peneliti mengambil sampel dari 5.115 orang dewasa muda sepanjang kurang lebih 20 tahun. Perokok tembakau kehilangan fungsi paru-parunya sepanjang waktu tersebut, tapi pengguna ganja malah memperlihatkan peningkatan kapasitas paru-parunya.



  •  Melindungi otak



Meski belum diuji klinis, peneliti dari University of Nottingham membuktikan  bahwa ganja mampu melindungi otak dari kerusakan yang disebabkan serangan stroke.

Temuan tersebut mampu memperkuat teori lain bahwa mariyuana juga mampu meminimalisir kerusakan akibat trauma atau geger otak.

Pada studi ini  menyebut ganja membatasi area di dalam otak yang terkena dampak stroke.



  •  Meringankan efek samping hepatitis C



Studi yang diterbitkan di European Journal of Gastroenterology and Hepatology, mengungkap lebih dari 86% pasien mampu menuntaskan terapi hepatitis C dengan mengkonsumsi ganja. Cannabis diyakini mampu meredam efek samping terapi hepatitis C.


  • Menghambat sklerosis ganda



Sebuah studi yang dipublikasikan di Canadian Medical Association Journal tahun lalu menyebut cannabis dapat meringankan gejala kejang pada pasien sklerosis ganda.

Sklerosis ganda adalah gangguan pada sistem kekebalan tubuh yang merusak lapisan lemak pelindung saraf manusia. Akibatnya saraf mengeras dan menyebabkan kejang-kejang yang memicu rasa sakit luar biasa.



  • Meringankan rasa sakit



Cannabis pada ganja ditemukan oleh peneliti University of California  efektif meringankan rasa sakit yang disebabkan oleh kerusakan saraf.

Itulah manfaat ganja bagi kesehatan. Jadi, apakah sahabat hijau sepakat ganja dijadikan sebagai tanaman obat binaan oleh Kementan?

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2