Saatnya Menguatkan Literasi Melek Iklim

Klikhijau.com – Jelang hari bumi 22 April, sejumlah kalangan terus menyuarakan pentingnya menyatukan fokus pada satu isu global yakni perubahan iklim. Mengapa ini urgen dan mendesak untuk disuaraka...

Saatnya Menguatkan Literasi Melek Iklim
Bacakan Artikel

“Bahkan kami minta di daerah tertentu sudah bisa mencapai net-zero emission pada tahun 2045, bersamaan dengan Indonesia Emas, seperti di Bali,” ujar Luhut, dikutip dari tulisan Untung Widyanto (wartawan lepas yang meliput Net-Zero Summit, 20 April 2021).

Melek literasi iklim

Pada level akar rumput, anak-anak muda khususnya Gen-Z sudah sepatutnya menyuarakan aksi-aksi mitigasi perubahan iklim lebih kuat lagi. Diperlukan semakin banyak influencer dari kalangan muda yang menyuarakan isu ini agar lebih massif dan memengaruhi pola pikir masyarakat secara luas.

“Sudah waktunya kita mengusung nasionalisme iklim (climate nationalism), yaitu dimana kecintaan dan kebanggaan kita terhadap bangsa Indonesia bersatu padu dengan perjuangan kita yang gigih untuk mencegah ancaman perubahan iklim terhadap masa depan Indonesia,” demikian pernyataan sikap Dino Patti Djalal dan Adhityani Putri (Dhitri), Direktur Eksekutif Yayasan Indonesia Cerah di perhelatan Indonesia Net Zero Summit.

Mereka berpandangan bahwa jangka waktu untuk mencapai net zero yang paling tepat adalah 2050 dan bahkan 2045. Mereka juga berharap konsep net zero dapat menjadi suatu jargon publik dan politik yang merakyat.

Semangat anak-anak muda saat ini perlu diperluas dan dikolaborasikan lebih kuat lagi. Pertama, keterlibatan para komunitas untuk menyuarakan aksi-aksi perubahan iklim. Kedua, pentingnya mendorong penguatan literasi iklim baik itu melalui pendidikan formal maupun informal.

Isu-isu perubahan iklim sudah saatnya diintegrasikan lebih kuat lagi dengan kurikulum sekolah. Para siswa sejak di level pendidikan usia dini sudah harus diberi pemahaman yang lebih emndalam tentang lingkungan dan bagaimana hubungannya dengan ekononomi dan kehidupan sosial.

Dari laman Earthday.org, ditekankan bahwa literasi lingkungan menjadi penting khususnya di sekolah. Literasi  akan memungkinkan kaum muda memperoleh pengetahuan tentang literasi iklim dan berbagi informasi dengan komunitas dan keluarga mereka. Hal ini penting sebab dampak perubahan iklim justru dirasakan oleh penduduk yang rentan.

Ambisi yang meningkat pada literasi iklim akan memainkan peran kunci dalam mencapai emisi nol bersih dan akan memberikan perspektif dan solusi unik untuk generasi berikutnya untuk masalah lingkungan.

Dalam praktik lebih sederhana melek literasi iklim dapat kita jadikan sebagai suatu “diskursus wacana” dominan. Diskusi-diskusi intens mengenai perubahan iklim perlu dibuka seluas-luasnya begitu pula di sosial media.

Ayo terus bergerak, sebab sejatinya setiap hari adalah hari bumi!

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2