Saat Komunitas Literasi Berkebun: Tanam Pohon Tin, Panen Rambutan

Suatu pagi yang cerah, aku bangun dari salah satu ruang yang dapat dibilang ‘kamar tidur’ di Rumah Baca Komunitas di Kawasan sub urban Jogja. Tiga laki-laki sudah bergiat di halaman markas komunitas l...

Saat Komunitas Literasi Berkebun: Tanam Pohon Tin, Panen Rambutan
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Irhyl R  Makkatutu

Artikel terbaru dari Irhyl R Makkatutu (lihat semua)

Jika komunitas literasi sudah unggul, mereka juga akan berfikir tentang konservasi sebagai daya transformasi manusia yang telah diberikan akal dan kebudayaan dalam hidupnya.

Sehar-hari, pegiat RBK secara alamiah memperdulikan lingkungan kebun sekitar dengan upaya masing-masing. Aktifitas ini menjadi amalan ekologis bagi komunitas literasi.

Menjadi ekologis adalah peduli dalam keseharian. Termasuk juga peduli pada kerusakan alam yang disebabkan oleh industry, tekhnologi, ekonomi pasar yang menjadikan berbagai petaka dan patogen terhadap kesehatan bumi.

Orang yang melek ekologi belajar menjadi penduduk bumi yang baik. Bukan hanya warga suatu kampung, warga daerah, atau penduduk suatu negara. Kesadaran ini sering diwacanakan dalam komunitas. Sehingga loyalitas seseorang yang telah banyak mengambil dari bumi, adalah loyalitas yang autentik. Untuk memberikan apa yang berguna bagi kesejahteraan non-manusia dan manusia sebagai dwi tunggal. Satu tak terpisahkan, berbeda beda tetapi tetap satu jua.

Kejadian menarik dalam judul tulisan ini (pakai hehehe): sudah lebih dari setahun menanam pohon Tin jumlahnya ratusan dan sudah banyak diberikan kepada komunitas, teman komunitas, pegiat literasi lain sebagai souvenir kenangan berinteraksi dengan RBK.

Bulan ini di kebun RBK ada tiga pohon besar rambutan, dan kini sudah panen walau kami tak pernah menanam tiga pohon di rumah kontrakan komunitas ini. Tentu saja kami bahagia, berjibagu berkebun apa saja macam macam tanaman, puji Tuhan, alhamdulillah kami dihadiahi buah rambutan yang banyak. Berkebun pohon tin, memanen buah rambutan. Inilah nikmat tuhan yang tak pernah kita dustakan, bukan?

Pesan akhirnya begini. Jadi, menanam tak selalu untuk ego penanam karena menamam apa pun itu pasti ada daya guna dan manfaatnya. “tanamkah bibit yang ada di tanganmu walau kamu tahu besok itu hari kiamat”, pesan Nabi Muhamamd yang sangat penting di zaman di mana planet semakin rusak.

Jika tanaman itu dimakan binatang buas atau burung, itu adalah sedekah (dari beberapa hadis). Karena sudah banyak kekuatan teologis untuk memberi semangat komunitas berkebun. Ada baiknya kita mulai secepatnya untuk berinvestasi untuk kemaslahatan dan kesejahteraan lingkungan hidup.

Kepada komunitas literasi yang tekun berkebun dan menanam serta diet plastik, semoga kelak akan menjadi manusia yang bermakna dan berguna bagi kebaikan planet di mana manusia benar-benar tergantung kepadanya.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2