Rumput Mutiara, dari Antioksidan Alami hingga Penghambat Pertumbuhan Mikroba pada Unggas

Klikhijau.com – Rumput mutiara, mungkin saja pernah Anda jumpai di pekarangan rumah, di pinggir jalan atau disemak? Ternyata di balik hidupnya yang kelihatan serampangan itu, rumput liar ini menyimpan...

Rumput Mutiara, dari Antioksidan Alami hingga Penghambat Pertumbuhan Mikroba pada Unggas
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Rumput mutiara, mungkin saja pernah Anda jumpai di pekarangan rumah, di pinggir jalan atau disemak? Ternyata di balik hidupnya yang kelihatan serampangan itu, rumput liar ini menyimpan segudang manfaat.

Sinonim dari Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa (L.) Lam. ) adalah Oldenlandia corymbosa, Linn. Tumbuhan ini juga memiliki beberapa nama daerah, di antaranya adalah Shui xian cao (China), lidah ular, bunga telor belungkas (Indonesia), rumput siku-siku, daun mutiara, rumput mutiara (Jakarta), pucuk pulung (Kalimantan Barat), katepan, urek–urek polo (Jawa), dan Pengka (Makasar) (Sudewo, 2004).

Klasifikasi Rumput Mutiara

Klasifikasi tumbuhan rumput mutiara adalah sebagai berikut (DepKes BPPK 1999): kingdom Plantae, subkingdom Tracheobiont a, superdivisi Spermatophyta, divisi Magnoliophyta, kelas Magnoliopsida, subkelas Asteridae, ordo Rubiales, famili Rubiaceae, genus Oldenlandia L, spesies Oldenlandia corymbosa L. atau Hedyotis corymbosa L.
Morfologi Rumput Mutiara

Rumput mutiara merupakan rumput yang tumbuh rindang berserak, berupa semak, batang tegak, berbulu, warna hijau kemerahan, agak lemah, tinggi 15 - 50 cm, tumbuh subur pada tanah lembab di pinggir jalan, pinggir selokan, batang bersegi dan mempunyai banyak percabangan.

Daun tunggal berhadapan bersilang, tangkai daun pendek/hampir duduk, berbentuk lanset, daun berwarna hijau, panjang daun 2 - 5 cm, ujung runcing, tulang daun satu di tengah dan ujung daun mempunyai rambut yang pendek.

Bunga tunggal ke luar dari ketiak daun, bentuknya seperti payung berwarna putih (corong), berupa bunga majemuk 2-5, terdapat di ketiak daun, kelopak hijau kemerahan, tangkai bunga (induk) keras seperti kawat, panjangnya 5-10 mm.

Buahnya kotak dan warna cokelat sedangkan bijinya bulat dan berwarna cokelat. Bagian yang digunakan sebagai obat adalah seluruh bagian tumbuhan, baik dalam keadaan segar maupun yang dikeringkan (Kusuma FR, Zaky BM 2005).

Sifat kimiawi dan efek farmakologis dari rumput mutiara adalah memiliki rasa manis, tawar, sedikit pahit, lembut, netral, agak dingin atau sejuk (Dalimartha, 2005 dan Kusuma, Zaky 2005).

Kandungan Rumput Mutiara

Menurut Wijaya (2004) dan Soenanto, Kuncoro (2005), kandungan kimia yang terkandung dalam rumput mutiara adalah hentriakontan, stigmasterol, asam ursolat, asam oleanolat, Beta-sitosterol, sitosterol-D - glukosida, p-asam kumarat, flavonoid glikosida, baihuasheshecaosu (kemungkinan analog kumarin), iridoid glikosida, alizarin, krorogenin, dan ikatan antragalol.

Khasiat yang dimilikinya adalah sebagai antiradang (anti-inflamasi), diuretik, menyembuhkan bisul (anti karbunkular). Juga dapat menghilangkan panas (demam), antitoksin, mengaktifkan sirkulasi darah dan memperlancar sumbatan sperma (Kusuma, Zaky 2005).

Tumbuhan ini juga dapat meningkatkan daya fagositosis sel darah putih dan imunitas hormonal (Dalimartha, 2005). Juga dapat mengobati berbagai penyakit seperti radang kandung empedu, hepatitis, kanker (payudara, limpa, usus besar, serviks, rektum, lambung, nasofaring dan fibrosarkoma).

Mengobati tekanan darah tinggi, tonsilis, bronchitis, gondongan, pneumonia, radang usus buntu, radang panggul, infeksi saluran kemih, bisul, dan borok (Permadi, 2006), termasuk untuk batu ginjal, radang ginjal dan infeksi ginjal (Soenanto, Kuncoro 2005).

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2