Ada Apa di Balik Proyek Kalung Eucalyptus Kementan dan Klaim Antivirus Corona?

Klikhijau.com - Saat semua disibukkan upaya penanganan pendemi Covid-19, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Menteri Syahrul Yasin Limpo (SYL) membuat pernyataan kontrovesrial dengan menciptakan...

Ada Apa di Balik Proyek Kalung Eucalyptus Kementan dan Klaim Antivirus Corona?
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Saat semua disibukkan upaya penanganan pendemi Covid-19, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Menteri Syahrul Yasin Limpo (SYL) membuat pernyataan kontrovesrial dengan menciptakan โ€˜Kalung Antivirus Corona Eucalyptusโ€™. Respon publik beragam atas ini. Ada yang senang, Sebagian lagi melontarkan kritik.

Respon publik tidak hanya datang dari jemaah netizen yang โ€˜maha benarโ€™, tetapi dari kalangan profesional juga angkat bicara soal kontroversi tersebut.

Komentar paling pedas datang dari kalangan netizen dengan trending twitter #KalungAntiBego. Bukan sekali ini saja, pasalnya pemerintah Indonesia memang suka membikin โ€œleluconโ€ dalam penanganan virus corona selama pandemi ini.

Di berbagai platform penjualan online pun kini banyak yang menjual kalung antivirus yang diklaim dapat membunuh virus corona, namun belum teruji kebenarannya.

Hal senada juga pernah terjadi di Jepang. ย Bahkan pada awal Maret lalu, karena saking viralnya kalung bernama โ€œVirus Shut Outโ€ yang katanya bisa menangkal virus corona, para selebriti Tanah Air pun ramai-ramai memakai kalung itu yang bentuknya menyerupai ID Card.

[irp]

Apakah keputusan Bapak Menteri salah? Tidak juga. Berdagang kan boleh saja, tidak dilarang. Seperti mengatakan corona bisa mati dengan minum ramuan jahe merah yang membuat jahe langka di pasaran karena diserbu pembeli dan harga menjadi naik.

Namun meski akhirnya yang repot kita (red: masyarakakt) juga; digiring untuk mempercayai overklaim yang kelewatan. Banyak masyarakat yang menilai bahwa itu hanya bentuk proyek dan program ajimumpung di masa pandemi dengan mengomersilkannya.

Penelitian Kementan, melalui Balitbang yang dipimpin oleh Fadjry Djufry, telah dilakukan semenjak Maret 2020. Menurut Kementan, kalung ini telah diuji cobakan kepada beberapa pasien yang terpapar virus corona di Indonesia, dan hasilnya pasien tersebut sembuh.

Fadry Jufry, dibantu lembaga seperti Balai Besar Veteriner, Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian, serta Balai Penelitian Tanaman Obat dan Rempah dikerahkan untuk menyusun rekomendasi bahan aktif potensial dari komoditas pertanian.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: