Rumput Mutiara, dari Antioksidan Alami hingga Penghambat Pertumbuhan Mikroba pada Unggas

Klikhijau.com – Rumput mutiara, mungkin saja pernah Anda jumpai di pekarangan rumah, di pinggir jalan atau disemak? Ternyata di balik hidupnya yang kelihatan serampangan itu, rumput liar ini menyimpan...

Rumput Mutiara, dari Antioksidan Alami hingga Penghambat Pertumbuhan Mikroba pada Unggas
Bacakan Artikel

Daunnya yang segar juga dapat dimanfaatkan untuk mengobati luka luar seperti memar, pyodermi, gigitan ular, tersiram air panas, tulang patah, terkilir, yaitu dengan cara melumatkan herba segar lalu dibubuhkan pada tempat yang sakit.

Obat Antikanker

Rumput mutiara (Hedyotis corymbosa) telah banyak dimanfaatkan pengobatan beragam penyakit kanker. Senyawa asam oleanolat dan asam ursolat yang dikandungnya dapat mencegah perkembangan pembelahan sel kanker ke tahap yang lebih ganas.

Menurut Peneliti Badan Litbang Pertanian, Nurlaini Bermawie, rumput yang tumbuh dengan tinggi bervariasi antara 15-50 cm tersebut  digunakan untuk menyembuhkan kanker limfosarcoma,lambung, nasophar, cervix, payudara, rectum dan fibrosarcoma.

Selain itu, rumput yang tumbuh subur di tempat lembab seperti di pinggir sungai dan selokan itu juga digunakan mengobati radang usus buntu, bronchitis, gondongan hingga hepatitis.

Pemakaian takaran tinggi, menyebabkan penurunan sel darah putih ringan, dan akan kembali normal setelah 3-5 hari obat dihentikan. Pemakaian aman yang dianjurkan adalah 15-60 gram, rebus dengan 4 gelas air hingga airnya tersisa 2 gelas rebusan atau sekali konsumsi.

Selain dimakan segar, direbus atau digodok, rumput mutiara sudah mulai diekstrak dan dikonsumsi dalam bentuk kapsul.

Dalam sebuat artikel Farmasi UGM, Anan (2000) melaporkan bahwa ekstrak heksana rumput mutiara memiliki nilai ED50 sebesar 30μg/mL, sedangkan ekstrak etil asetat dan ekstrak metanol memiliki nilai ED50 lebih besar dari 30μg/mL.

Menurut Sadasivan et al. (2006), kerja dari senyawa ini adalah dengan memblok perkembangan siklus sel pada fase G1 yang ditandai dengan penurunan ekspresi protein cyclin D1, D2, dan E dan partner aktif mereka seperti CDK2, 4, dan 6 dengan menginduksi p21/WAF1.

Penelitian yang dilakukan oleh Asyhar (2009) menggunakan ekstrak etanolik rumput mutiara, menunjukkan hasil pengamatan kualitatif menggunakan metode imunohistokimia terhadap ekspresi protein N-ras diketahui bahwa senyawa di dalam ekstrak etanolik mampu meningkatkan pemacuan ekspresi N-ras sel normal sehingga mempunyai prospek sebagai hepatoprotektor.

Kandungan glikosida flavonoid pada rumput mutiara diduga mampu menghambat proses karsinogenesis baik secara in vitro maupun in vivo.

Penghambatan terjadi pada tahap inisiasi, promosi maupun progresi melalui mekanisme molekuler antara lain inaktivasi senyawa karsinogen, antiproliferatif, penghambatan angiogenesis, cell cycle arrest, induksi apoptosis dan antioksidan (Ren et al., 2003).

Sebagian besar senyawa karsinogean seperti Polisiklik Aromatik Hidrokarbon (PAH) memerlukan aktivasi oleh enzim sitokrom P450 membentuk intermediet yang reaktif sebelum berikatan dengan DNA.

Ikatan kovalen antara DNA dengan senyawa karsinogen aktif menyebabkan kerusakan DNA. Flavonoid dalam proses ini berperan sebagai blocking agent (Watternberg, 1985). Pengeblokan aksi karsinogen dapat melalui beberapa mekanisme antara lain melalui menginhibisi aktivitas isoenzim sitokrom P450 yaitu CYP1A1 dan CYP1A2 sehingga senyawa karsinogen tidak reaktif. Mekanisme yang lain melalui detoksifikasi karsinogen.

Flavonoid juga meningkatkan ekspresi enzim Gluthation S-Transferase (GST) yang dapat mendetoksifikasi karsinogen aktif sehingga menjadi lebih polar dan dieliminasi dari tubuh. Mekanisme yang lain melalui pengikatan karsinogen aktif oleh flavonoid sehingga dapat mencegah ikatan dengan DNA, RNA atau protein target (Ren et al., 2003).

Penghambat Pertumbuhan Mikroba

Dalam penelitian yang dilakukan Nurhayati, Latief, dan Handoko (2006) yang bertajuk Uji Antimikroba Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa) terhadap Bakteri dan Jamur Penyebab Penyakit pada Ternak Unggas, rumput mutiara (Hedyotis corymbosa) memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan mikroba yang dapat menyebabkan penyakit pada ternak unggas, yaitu bakteri Salmonella sp dan E. coli, tetapi tidak memperlihatkan aktivitasnya dalam menghambat pertumbuhan fungi Candida albicans.

Ternyata Rumput Mutiara mempunyai segudang khasiat bagi kesehatan ya, Sahabat Hijau. Mari terus mengeksplor dan mencari wawasan terkait manfaat tumbuhan yang ada di sekitar kita! Semoga bermanfaat.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2