Proyek Strategis Nasional Ancam Wilayah Pesisir

Klikhijau.com - Wilayah pesisir merupakan kawasan yang terhampar di dekat pantai. Secara konseptual, batas wilayah pesisir diartikan sebagai wilayah yang ke arah darat masih dipengaruhi oleh lautan da...

Proyek Strategis Nasional Ancam Wilayah Pesisir
Bacakan Artikel
Abdul Motalib Angkotasan

Akademisi, peneliti, dan dosen Ilmu Kelautan di Universitas Khairun (Unkhair), Ternate, Maluku Utara

Klikhijau.com - Wilayah pesisir merupakan kawasan yang terhampar di dekat pantai. Secara konseptual, batas wilayah pesisir diartikan sebagai wilayah yang ke arah darat masih dipengaruhi oleh lautan dan ke arah laut masih dipengaruhi oleh daratan.

Kawasan ini rentan mengalami kerusakan baik oleh fenomena alam ataukah ulah manusia. Abrasi pantai, banjir rob, longsor di wilayah pesisir dan lain sebagainya adalah faktor alami pemicu kerusakan kawasan pesisir.

Sedangkan alih fungsi lahan untuk pembuatan tambak, reklamasi pantai dan pembangunan kawasan industri di pesisir pantai, termasuk pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayah pesisir adalah faktor aktivitas manusia yang berkontribusi membunuh ekosistem pesisir dan laut.

Menggunakan pemikiran positif, kita patut berprasangka baik bahwa alih fungsi kawasan pesisir seperti kebijakan PSN itu dilaksanakan karena kepentingan ekonomi negara atau daerah, dan mungkin terjadi karena ketidak tahuan terkait peran dan fungsi ekosistem di wilayah pesisir bagi kehidupan. Atau mungkin saja karena ada kepentingan manusia yang lebih besar di kawasan tersebut. Perlu dipertanyakan apa urgensi kebijakan PSN di wilayah pesisir? Jika diimpelemntasikan apakah lebih banyak manfaat atau mudaratnya?

Perlu diketahui bersama bahwa sungguh besar potensi ekosistem pesisir bagi keberlangsungan hidup berbagai organisme di dalamnya, termasuk manusia dan alam. Kawasan ini punya tiga ekosistem utama: Pertama, ekosistem mangrove, punya 12 spesies pembentuk vegetasi. Kedua ekosistem lamun, punya 13 Spesies. Ketiga, Ekosistem Terumbu karang punya ribuan spesies. Ketiga Ekosistem ini melindungi kehidupan jutaan organisme yang hidup bersama di dalamnya seperti ikan, keong, teripang, lobster, kerang, gurita, dan lain-lain. Semuanya berperan menyediakan pangan bagi manusia.

Satu dasawarsa terakhir ini, kawasan pesisir mendapatkan tekanan yang luar biasa. Gelombang tinggi menghantam, membuat desa pesisir tenggelam. Ini karena perubahan iklim global menghasilkan cuaca ekstrim : angin kencang, gelombang tinggi, banjir rob, dan curah hujan tinggi. Akar masalah perubahnya iklim global adalah tingginya emisi gas rumah kaca (GRK), pemicu pendidihan global.

Suplayer utamanya adalah emisi karbon dari industri dan penggunaan bahan bakar fosil. Hidro Flourin Carbon (HFC) yang bersumber dari mesin pendingin. Metana bersumber dari industri dan pertanian.

Di sisi lain, skema kebijakan pemerintah untuk melindungi ekosistem pesisir dari ancaman aktivitas ekstraktif terutama oleh industri pertambangan sangat lemah. Pembukaan lahan industri di kawasan pesisir berdampak buruk. Akan lebih parah lagi jika PSN di wilayah pesisir terlaksana. Pasalnya Deforestasi yang saat ini terjadi sudah mengkhawatirkan. Banyak kasus dimana hutan mengrove dibabat habis untuk pengembangan kawasan industri. Pada akhirnya menghilangkan peran dan fungsi ekosistem pesisir sebagai penyedia pangan dan pelindung alami pantai, termasuk hilangnya fungsi penyerap karbon yang dapat melindungi semesta dari ancaman perubahan iklim.

Menyoal PSN di kawasan pesisir

Kebijakan PSN patut dipersoalkan karena tidak menjunjung kaidah keberlanjutan sumberdaya alam pesisir.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2